Beras Campuran

Waspada! Ada Beras Oplosan Beredar di Pasaran, Kementan Temukan 212 Merek

Masyarakat diminta waspada terhadap beredarnya beras campuran yang tidak sesuai standar mutu di pasaran.

Editor: Wawan Akuba
Tribunnews/JEPRIMA
FOTO STOK -- Pemerintah menemukan adanya praktik curang beras oplosan di pasar. Bahkan Kementan menemukan 212 merek yang tak sesuai mutu dan standar. 

Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE), Eliza Mardian, menilai temuan ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum.

Ia menyebut praktik mencampur beras berkualitas rendah ke dalam kemasan beras premium sebagai bentuk penipuan yang telah lama "dinormalisasi" di pasar.

"Praktik oplosan ini merusak kepercayaan masyarakat dan membuat konsumen membayar mahal untuk barang yang kualitasnya tidak sesuai. Harus ada efek jera," ujarnya.

Eliza juga menekankan pentingnya reformasi rantai distribusi beras serta perlunya sistem pelabelan yang transparan agar konsumen dapat mengetahui asal-usul dan kualitas beras yang mereka beli.

Pemerintah melalui Satgas Pangan memberikan waktu dua minggu bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku.

Jika tidak, sanksi tegas termasuk pencabutan izin usaha siap diberlakukan. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved