Beras Campuran
Waspada! Ada Beras Oplosan Beredar di Pasaran, Kementan Temukan 212 Merek
Masyarakat diminta waspada terhadap beredarnya beras campuran yang tidak sesuai standar mutu di pasaran.
TRIBUNGORONTALO.COM — Masyarakat diminta waspada terhadap beredarnya beras campuran yang tidak sesuai standar mutu di pasaran.
Kementerian Pertanian (Kementan) baru saja mengungkap hasil investigasi yang mengejutkan.
Ditemukan terdapat 212 merek beras yang diduga tidak memenuhi syarat kualitas, takaran, dan harga eceran tertinggi (HET).
Investigasi dilakukan secara langsung oleh tim Kementan di pasar-pasar besar di 10 provinsi.
Fokus pemeriksaan menyasar dua kategori utama beras, yakni beras premium dan beras medium, yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.
Hasilnya, dari 136 merek beras premium yang diuji, sekitar 85,56 persen tidak memenuhi standar mutu.
Lalu 59,78 persen dijual melebihi HET, dan 21 persen tidak sesuai berat kemasan.
Banyak temuan beras kemasan lima kilogram yang ternyata hanya berisi empat kilogram.
Kondisi lebih buruk ditemukan pada beras medium.
Dari 76 merek yang diuji, sebanyak 88 persen tidak sesuai mutu, 95 persen melebihi HET, dan 10 persen tidak sesuai takaran.
"Ini praktik curang yang merugikan masyarakat luas. Kami tak akan tinggal diam," tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Amran menyebut, jika dibiarkan, praktik semacam ini berpotensi menyebabkan kerugian konsumen hingga Rp99 triliun.
Terlebih saat ini stok beras nasional justru tengah melimpah, dengan prediksi produksi mencapai 35,6 juta ton, melebihi target 32 juta ton.
Kementan melakukan pengujian beras ini melalui 13 laboratorium dan akan segera memverifikasi ulang data untuk keperluan tindakan hukum.
Tuntutan Penindakan Tegas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dtykut.jpg)