Kamis, 5 Maret 2026

Cara Daftar WHV Australia untuk WNI, Jadi Pemetik Buah Bisa Dapat Gaji Rp 300 Ribu per Jam

Banyak WNI yang menggunakan WHV Australia untuk bekerja dengan gaji yang cukup besar jika dikonversikan ke dalam rupiah.

Tayang:
Editor: Andriyani
zoom-inlihat foto Cara Daftar WHV Australia untuk WNI, Jadi Pemetik Buah Bisa Dapat Gaji Rp 300 Ribu per Jam
Freepik
WHV AUSTRALIA - Ilustrasi seseorang tengah bekerja sebagai pemetik buah. Gaji pemetik buah di Australia dengan WHV bisa mencapai Rp 300.000 per jam. 

Maka dari itu, pastikan semua dokumen dan persyaratan terpenuhi dengan baik agar proses aplikasi dapat berjalan lancar.

Demikian informasi mengenai cara dan dokumen yang diperlukan untuk mendaftar Working Holiday Visa (WHV) Australia.

Bagi yang tertarik untuk melamar, segera persiapkan dokumen dan daftarkan diri melalui situs resmi yang telah disediakan.

Kisah lengkap Merianti Ikut Program WHV

Sebelum mengkuti program WHV, Merianti hampir lima tahun bekerja sebagai customer service di sebuah bank di Indonesia.

Lulusan jurusan Manajemen dari universitas di Pontianak, Kalimantan Barat, itu kini bekerja sebagai pemetik dan penyortir buah di Australia dengan penghasilan hingga Rp 300.000 per jam.

"Alasan utamanya tentu karena ekonomi. Tapi selain itu, aku juga punya keinginan kuat untuk merasakan suasana dan budaya yang berbeda, ingin coba hidup di luar zona nyaman dan cari pengalaman baru di luar negeri," ujar Merianti, dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/6/2025).

Selama satu setengah tahun tinggal di Australia, Merianti telah menjajal berbagai pekerjaan.

Mulai dari waitress, cuci piring, kerja di gudang, hingga pekerjaan fisik seperti memetik apel dan raspberry, pernah dilakoni Merianti. Kini, ia bekerja sebagai penyortir buah.

“Pekerjaanku memang berpindah-pindah sesuai musim dan kebutuhan syarat untuk perpanjangan visa. Urutannya kurang lebih mulai dari hospitality, warehouse lalu pindah ke pekerjaan fisik seperti farm untuk perpanjangan visa, dan sekarang kembali lagi ke pekerjaan sorting buah di area regional," jelasnya.

Baca juga: BSU Tak Dapat? Warga Bisa Dapat Bansos Penebalan Rp400 Ribu, Ini Jadwal dan Cara Ceknya

Proses Melamar Kerja Lebih Simpel

Berbeda dari Indonesia, proses melamar kerja di Australia jauh lebih sederhana.

“Tetap pakai CV, tapi formatnya lebih simple. Cuma berisi data diri, pengalaman kerja, dan kontak. Tanpa perlu foto, ijazah, atau dokumen tambahan seperti di Indonesia. Biasanya CV langsung dikasih ke tempat kerja dalam bentuk kertas, tanpa amplop juga enggak masalah,” kata dia.

Beberapa perusahaan juga menerapkan sistem uji coba langsung.

“Salah satu yang paling terasa adalah sistem rekrutmennya. Di Australia, beberapa tempat kerja menerapkan sistem trial, biasanya 3 jam, untuk menilai kemampuan kita langsung di lapangan," ujar dia.

"Sedangkan di Indonesia, prosesnya lebih panjang dan sering kali hanya menilai dari ijazah atau nilai akademis, bukan skill kerja,” ucap Merianti.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved