Jumat, 13 Maret 2026

Berita Kota Gorontalo

Dana Kopsis SMPN 1 Kota Gorontalo Diduga Mengalir ke Dinas, Ketua Komite Bakal Adukan ke Wali Kota

Polemik dana Koperasi Siswa (Kopsis) SMP Negeri 1 Kota Gorontalo berbuntut panjang. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Dana Kopsis SMPN 1 Kota Gorontalo Diduga Mengalir ke Dinas, Ketua Komite Bakal Adukan ke Wali Kota
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
DANA KOPSIS - SMP Negeri 1 Kota Gorontalo, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Gorontalo, diambil Jumat (27/6/2025). Polemik dana kopsis SMPN 1 Gorontalo kini bertuntut panjang. 

Parahnya lagi, hal itu tidak pernah di singgung dalam rapat bersama orang tua siswa. 

Selain itu, Abdul Latif heran dengan biaya pas foto yang dinilah mahal.

“Kok nanti sekarang begini modelnya, masa kita dapat CD dan pas photo sudah lebih dari Rp 50 ribu, kan aneh,” keluhnya. 

Baca juga: Lowongan Kerja Alfamart Gorontalo - Cek Posisi dan Kualifikasi, Daftar Sebelum 30 Juni 2025!

Data menunjukkan 258 siswa menyetor dana Kopsis senilai Rp 100 ribu saat masuk sekolah. 

Total dana yang terkumpul sekitar Rp 25,8 juta. Namun kejelasan penggunaannya hingga kini masih kabur.

Kini Abdul Latif siap melangkah lebih jauh, mengadukan persoalan ini langsung ke Wali Kota Gorontalo.

“Dan kita sudah kantongi bukti kemana arah uang Rp 25,8 juta, ada rinciannya yang sudah saya dapatkan,” bebernya. 

Ia bahkan secara terang-terangan menuding dana kopsismengalir ke salah satu Dinas di Kota Gorontalo. 

“Saya paling benci dengan orang yang saya anggap bisa membawa SMP Negeri I ini ke arah yang lebih baik, ternyata memberikan contoh uang tidak bagus, mengakali orang tua,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kota Gorontalo, Rosmawati Bilondatu, memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan program Kopsis bukan inisiatif dirinya, melainkan peninggalan dari kepemimpinan sebelumnya.

“Saat saya masuk, program ini sudah tidak dilanjutkan. Namun, pemanfaatan dana itu sudah dibahas bersama orang tua siswa dan komite,” ujarnya.

Rosmawati menegaskan, dana simpanan digunakan untuk kebutuhan administrasi kelulusan, seperti pasfoto dan DVD kenangan siswa.

Ia mengklaim semua keputusan telah dibahas secara terbuka dalam rapat yang disertai notulen dan dokumentasi.

“Untuk siswa tidak mampu, biaya kami gratiskan. Sementara Rp 30 ribu dari dana awal sudah dikembalikan ke orang tua siswa,” ujarnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved