Berita Nasional
Tewas di Rinjani, Juliana Bikin Presiden Brasil Cabut Aturan Lama: Negara Akan Pulangkan Jenazahnya
Proses evakuasi sempat terkendala cuaca buruk dan medan ekstrem, hingga akhirnya jenazahnya berhasil dievakuasi tiga hari kemudian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Juliana-Marins.jpg)
“Empat hari Juliana menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Kami tidak akan diam. Kami akan menuntut keadilan atas kelalaian ini,” tulis keluarga dalam akun Instagram @resgatejulianamarins.
Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Pemkot Gorontalo Terendus Kejati
Presiden, Ibu Negara, hingga Walikota Niterói Turut Bergerak
Presiden Lula bukan satu-satunya pejabat publik yang menunjukkan empati. Ibu Negara Brasil, Rosângela “Janja” da Silva, juga turun tangan.
Ia menyatakan bahwa Presiden telah menandatangani dekrit baru agar jenazah Juliana bisa segera dipulangkan.
“Hari ini, saya berbicara dengan Mari, saudari Juliana. Kami mengenang betapa Ju adalah sosok yang berani mengejar mimpinya. Kini, negara bertanggung jawab membawa Ju pulang,” ujar Janja lewat akun media sosialnya.
Sebelumnya, Wali Kota Niterói Rodrigo Neves juga sempat menawarkan bantuan dengan menyatakan siap menanggung biaya pemulangan jenazah warganya itu. Bahkan, pesepak bola Brasil Alexandre Pato juga ikut menyatakan kesediaan untuk menanggung biaya repatriasi.
Namun, kini dengan keputusan resmi Presiden, pemerintah pusat Brasil mengambil alih seluruh proses repatriasi Juliana Marins dari Indonesia ke tanah kelahirannya di Niterói, negara bagian Rio de Janeiro.
Kebijakan Lama Dicabut, Netizen Merespons Keras
Sebelum pengumuman Lula, Itamaraty mendapat hujan kritik dari publik.
Netizen menyebut pemerintah tidak hadir dalam saat-saat genting warganya di luar negeri.
Salah satu komentar yang viral berbunyi:
“Kalau untuk menyelamatkan kuda waktu banjir Lula bisa turun tangan, kenapa untuk manusia sendiri dia harus pikir-pikir?”
Bahkan ada yang membandingkan dengan keputusan pemerintah Brasil yang pernah mengirim pesawat khusus milik Angkatan Udara Brasil (FAB) untuk menjemput eks ibu negara Peru, Nadine Heredia, yang mendapatkan suaka politik di Brasil.
Baca juga: Bupati Bone Bolango Gorontalo Ismet Mile Tegaskan Anak Harus Dilindungi
Kini, setelah keputusan resmi Lula diumumkan, banyak yang memberi apresiasi atas sikap cepat Presiden.
Walau sebagian menyebut langkah ini sebagai “hasil tekanan publik,” publik menilai bahwa yang terpenting adalah negara hadir untuk warganya, bahkan hingga akhir hayat.
Jenazah Segera Dipulangkan, Autopsi di Bali
Jenazah Juliana saat ini tengah berada di Bali untuk proses autopsi resmi oleh otoritas Indonesia. Autopsi ini dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab kematiannya.
Setelah hasil autopsi selesai, jenazah akan segera diterbangkan ke Brasil dan dimakamkan di Niterói.
Belum ada jadwal pasti pemakaman, namun pihak keluarga memastikan semua proses akan dilakukan dengan penuh penghormatan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com