Bansos 2026
Mensos Gus Ipul Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Bantuan Sosial, Justru Ditambah jika Perlu
Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, menyatakan bahwa skema penghematan belanja negara hanya menyasar program-program non-prioritas yang masih bisa ditunda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Sosial-Saifullah-Yusuf-Mensos-memastikan-bantuan-sosial-aman-dari-efisiensi-anggaran.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mensos Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kebijakan penghematan anggaran tidak akan menyentuh bantuan sosial, bahkan bisa ditambah jika diperlukan
- Pemangkasan anggaran difokuskan pada kegiatan seremonial atau belanja yang bisa ditunda, bukan pada kebutuhan dasar rakyat
- Pemerintah memastikan bansos tetap menjadi instrumen utama untuk melindungi kelompok rentan dan menjaga daya tahan ekonomi
TRIBUNGORONTALO.COM – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan jaminan tegas bahwa agenda efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak akan menyentuh sektor bantuan sosial (bansos).
Sebaliknya, anggaran untuk perlindungan masyarakat miskin tersebut justru berpeluang ditambah jika situasi memang membutuhkan.
Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, menyatakan bahwa skema penghematan belanja negara hanya menyasar program-program non-prioritas yang masih bisa ditunda. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa hak-hak dasar masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Melansir pemberitaan Kompas.com, Kamis (26/3/2026), Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program bantuan sosial tetap aman dari kebijakan efisiensi anggaran yang tengah direncanakan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan penghematan tersebut dipastikan tidak akan memotong pos-pos anggaran yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat luas, terutama bagi kelompok rentan.
Menurut Gus Ipul, Presiden Prabowo telah memberikan arahan khusus agar sektor yang menyangkut kepentingan langsung rakyat tidak mengalami pengurangan nilai manfaat.
Penambahan anggaran bansos ini sangat dimungkinkan jika hasil evaluasi menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya beli dan ketahanan ekonomi warga di lapangan.
Dalam keterangannya di Surabaya pada Sabtu (21/03/2026), Gus Ipul menjelaskan bahwa yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bantuan sosial dan lain sebagainya tidak akan ada efisiensi, bahkan jika dibutuhkan Presiden akan menambah.
“Yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bantuan sosial dan lain sebagainya tidak akan ada efisiensi. Malah justru jika dibutuhkan, Presiden akan menambah,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Sabtu (21/03/2026).
Titik berat efisiensi pemerintah saat ini adalah pada rencana belanja yang sifatnya seremonial atau program yang eksekusinya tidak mendesak.
Sektor-sektor non-prioritas tersebut akan dikurangi anggarannya agar dana negara dapat dialokasikan lebih tepat sasaran ke program kesejahteraan rakyat.
Langkah ini diambil sebagai strategi pemerintah dalam merespons situasi global yang dinamis, sehingga setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pemerintah berkomitmen menjadikan bansos sebagai instrumen utama negara dalam menjaga stabilitas sosial dan menekan angka kemiskinan di berbagai wilayah.
Dengan demikian, masyarakat penerima manfaat tidak perlu khawatir akan adanya pengurangan bantuan di tengah penataan ulang anggaran nasional yang sedang berlangsung.