Senin, 23 Maret 2026

Berita Nasional

Tewas di Rinjani, Juliana Bikin Presiden Brasil Cabut Aturan Lama: Negara Akan Pulangkan Jenazahnya

Proses evakuasi sempat terkendala cuaca buruk dan medan ekstrem, hingga akhirnya jenazahnya berhasil dievakuasi tiga hari kemudian.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Tewas di Rinjani, Juliana Bikin Presiden Brasil Cabut Aturan Lama: Negara Akan Pulangkan Jenazahnya
Dok. Kansar Mataram
EVAKUASI JULIANA MARINS - Tim penyelamat melakukan upaya evakuasi, pada Senin (23/6/2025), untuk menjalankan misi penyelamatan Juliana Marins, turis Brasil yang jatuh ke arah kawah Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. 

TRIBUNGORONTALO.COM––Tragedi yang menimpa Juliana Marins (26), pendaki asal Brasil yang tewas saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok, mengguncang negeri asalnya.

Kejadian memilukan ini bahkan membuat Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, mencabut aturan lama demi memulangkan jenazah Juliana ke kampung halamannya.

Juliana dilaporkan terjatuh ke kawah Rinjani saat mendaki Sabtu dini hari, 21 Juni 2025.

Proses evakuasi sempat terkendala cuaca buruk dan medan ekstrem, hingga akhirnya jenazahnya berhasil dievakuasi tiga hari kemudian dalam kondisi tak bernyawa.

Dalam pernyataan emosionalnya pada Kamis (26/6/2025), Lula menyatakan akan mencabut peraturan lama yang selama ini melarang pemerintah membiayai pemulangan jenazah WN Brasil dari luar negeri.

Baca juga: Gempa Bumi Terkini dengan SR 1,9 Menguncang Wilayah Pulau Sumatera, Indonesia BMKG: Kedalaman 125Km

Langkah itu diumumkan hanya sehari setelah Kementerian 

Luar Negeri Brasil (Itamaraty) menegaskan bahwa sesuai dengan Decreto nº 9.199/2017, negara tidak bisa menggunakan dana publik untuk menanggung pemulangan jenazah, kecuali dalam kondisi darurat medis atau kemanusiaan.

Namun, tekanan publik, gelombang dukungan dari masyarakat, serta komunikasi langsung dengan ayah Juliana, Manoel Marins, membuat Lula bergerak cepat.

Ia menyatakan akan membuat dekrit baru yang memungkinkan negara menanggung penuh biaya repatriasi jenazah Juliana dari Indonesia ke Brasil.

“Ketika saya tiba di Brasília, saya akan mencabut dekrit itu. Saya akan menandatangani dekrit baru agar pemerintah Brasil bisa menanggung pemulangan jenazah Juliana,” kata Lula dalam pidatonya di São Paulo.

Juliana Jatuh ke Kawah, Evakuasi Terkendala Medan dan Cuaca

Juliana Marins dikabarkan terjatuh ke kawah Gunung Rinjani saat melakukan pendakian pada Sabtu dini hari, 21 Juni 2025.

Proses evakuasi berjalan lambat karena medan yang ekstrem dan cuaca buruk. Setelah tiga hari, tim penyelamat baru berhasil menjangkau tubuh Juliana pada Selasa (24/6), namun ia sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah Juliana baru berhasil dievakuasi sepenuhnya dari tebing curam tempat ia terperosok pada Rabu (25/6).

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga 15 jam.

Pihak keluarga mengkritik keras lambannya respon tim penyelamat Indonesia, yang menurut mereka, baru bertindak setelah salah satu rekan Juliana turun gunung untuk meminta bantuan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved