Warganet Brasil Murka, Ini Alasan Evakuasi Juliana Marins di Rinjani Butuh Waktu Berhari-hari
Warganet Brasil murka dan menyebut Tim SAR Indonesia lamban, padahal banyak kendala yang ditemui Basarnas dalam proses evakuasi Juliana Marins.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sar-evakuasi-juliana-marins.jpg)
Juliana digambarkan sebagai sosok ceria dan pemberani, yang ingin menaklukkan Rinjani sebagai bagian dari perjalanan solo backpacking-nya.
Pemerintah NTB Tanggung Biaya Pemulangan
Plh Sekda NTB, Lalu Mohammad Faozal, mengatakan jenazah Juliana akan dipulangkan ke Brasil melalui Bali pada Kamis (26/6/2025). Karena tidak ada penerbangan langsung dari Lombok ke Brasil, jenazah diangkut melalui jalur darat ke Denpasar.
“Biaya pemulangan sepenuhnya ditanggung pemerintah provinsi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan simpati kepada korban,” ujarnya.
Gubernur NTB Sampaikan Duka dan Evaluasi Prosedur SAR
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan belasungkawa mendalam. Ia juga menyampaikan evaluasi atas kesiapan fasilitas penyelamatan di kawasan wisata alam.
“Kami harus lebih siap dalam prosedur penyelamatan ekstrem, terutama di area wisata berisiko tinggi seperti Rinjani,” tegasnya.
Kronologi Lengkap Tragedi:
21 Juni 2025, 06.30 WITA: Juliana dilaporkan terjatuh di Cemara Nunggal.
23 Juni 2025: Drone berhasil mengidentifikasi jasad korban.
24 Juni 2025, 18.00 WITA: Tim SAR mulai proses pengangkatan.
25 Juni 2025, 13.51 WITA: Jenazah diangkat dari jurang.
25 Juni 2025, 20.41 WITA: Jenazah tiba di Posko Sembalun.
25 Juni 2025, 22.44 WITA: Jenazah tiba di RS Bhayangkara Mataram.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa wisata ekstrem memerlukan kesiapan penuh dari semua pihak: wisatawan, pemandu, dan otoritas penyelamat.
Proses evakuasi yang penuh risiko ini bukanlah kelambanan, melainkan upaya maksimal yang dilakukan di tengah kondisi geografis dan cuaca yang tak bersahabat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com.