Jumat, 13 Maret 2026

WN Brasil Jatuh

Picuh Kemarahan, Pendaki Rinjani Asal Brasil Masih Sempat Hidup Usai Jatuh, Evakuasi Dinilai Lambat

Juliana Marins ternyata masih hidup setelah terjatuh di jurang pada Sabtu pagi (21/6/2025). Namun, proses penyelamatan dinilai lambat karena berlangsu

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Picuh Kemarahan, Pendaki Rinjani Asal Brasil Masih Sempat Hidup Usai Jatuh, Evakuasi Dinilai Lambat
Humas Kantor SAR Mataram dan IG resgatejulianamarins
PENDAKI BRASIL TEWAS - Proses evakuasi pendaki wanita asal Brasil, Juliana Marins (27), yang tewas saat mendaki di Gunung Rinjani. Juliana Marins, yang tewas terjatuh mendaki Gunung Rinjani, berhasil diangkat dari jurang kedalaman 600 meter, Rabu (25/6/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Proses evakuasi terhadap  Juliana Marins (26) pendaki Gunung Rinjani asal Brasil menuai sorotan.

Juliana Marins ternyata masih sempat hidup setelah terjatuh di jurang pada Sabtu pagi (21/6/2025).

Namun, proses penyelamatan dinilai lambat karena berlangsung beberapa hari hingga ditemukan meninggal pada Selasa (24/6/2025).

Kendati upaya evakuasi terganggu karena medan dan cuaca, muncul kritik dan kemarahan publik Brasil dan tanah air karena upaya evakuasi tim SAR dinilai lambat. 

Juliana jatuh pada Sabtu pagi (21/6/2025), saat mendaki bersama lima temannya dan seorang pemandu di jalur curam dekat kawah Rinjani. Jenazahnya berhasil dievakuasi pada Rabu (25/6/2025).

Beberapa rekaman video dari drone dan kamera pendaki yang beredar di media Brasil menunjukkan bahwa Juliana masih hidup usai terjatuh.

Ia terlihat duduk dan berdiri di atas tanah berwarna abu-abu, jauh di bawah jalur pendakian.

 Tim penyelamat sempat mendengar teriakan minta tolong dari korban tak lama setelah insiden.

Namun, upaya penyelamatan gagal dilakukan dalam waktu cepat karena lokasi jatuhnya berada di jurang sedalam 600 meter dengan medan yang sangat ekstrem serta cuaca berkabut tebal.

Pihak keluarga, dalam pernyataan di media sosial, menyatakan duka yang mendalam atas kematian Juliana dan mengungkapkan rasa syukur atas doa dan dukungan publik.

Namun, banyak warganet Brasil menyampaikan kekecewaan mereka terhadap penanganan insiden ini oleh otoritas Indonesia.

Basarnas bantah lamban, jelaskan tantangan medan

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI Mohammad Syafii membantah tudingan bahwa proses penyelamatan berjalan lambat.

Menurutnya, upaya penyelamatan telah dimulai sejak Sabtu pukul 10.21 WITA, hanya beberapa jam setelah insiden dilaporkan.

"Saya pastikan bahwa kejadian ini sebenarnya direspons sangat cepat oleh berbagai potensi SAR yang ada di wilayah Mataram," ujar Syafii dalam konferensi pers, Selasa (24/6/2025).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved