Selasa, 17 Maret 2026

WN Brasil Jatuh

Picuh Kemarahan, Pendaki Rinjani Asal Brasil Masih Sempat Hidup Usai Jatuh, Evakuasi Dinilai Lambat

Juliana Marins ternyata masih hidup setelah terjatuh di jurang pada Sabtu pagi (21/6/2025). Namun, proses penyelamatan dinilai lambat karena berlangsu

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Picuh Kemarahan, Pendaki Rinjani Asal Brasil Masih Sempat Hidup Usai Jatuh, Evakuasi Dinilai Lambat
Humas Kantor SAR Mataram dan IG resgatejulianamarins
PENDAKI BRASIL TEWAS - Proses evakuasi pendaki wanita asal Brasil, Juliana Marins (27), yang tewas saat mendaki di Gunung Rinjani. Juliana Marins, yang tewas terjatuh mendaki Gunung Rinjani, berhasil diangkat dari jurang kedalaman 600 meter, Rabu (25/6/2025). 

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii, dalam keterangannya di akun resmi Basarnas, Selasa, (24/6/2025) malam, memastikan korban ditemukan tidak bernyawa di kedalaman 600 meter.

Berikut kronologi kejadian jatuhnya turis asal Brasil, Juliana Marins di “jalur neraka” Gunung Rinjani berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun.

- Pendakian Menuju Puncak

 Juliana Marins melakukan pendakian ke Gunung Rinjani bersama enam orang rekannya dan seorang pemandu lokal. Mereka memilih jalur Sembalun dan pada Sabtu (21/6/2025) dini hari.

Juliana melanjutkan perjalanan menuju puncak bersama lima pendaki lain dan pemandu.

Saat tiba di titik Cemara Nunggal, Juliana dilaporkan merasa kelelahan dan diminta oleh pemandu untuk beristirahat.

Pemandu kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak bersama kelima pendaki lainnya, meninggalkan Juliana sendirian di titik istirahat.

- Hilangnya Kontak dan Penemuan Awal

Saat Juliana tidak kunjung menyusul rombongan, pemandu memutuskan kembali ke lokasi tempat Juliana terakhir beristirahat.

Namun, Juliana tidak ditemukan di sana. Dari titik tersebut, pemandu melihat cahaya senter di bawah jurang yang mengarah ke Danau Segara Anak.

Ia menduga cahaya itu berasal dari Juliana yang terjatuh dan segera menghubungi otoritas untuk meminta bantuan.

Mengenal Kesulitan Penyelamatan dengan Teknik "Vertical Rescue" seperti di Gunung Rinjani

Ahmad Barqu Syudjai, Staf Tanggap Darurat Pemulihan dan Rekonstruksi (TDPR) sekaligus rescuer dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, menegaskan bahwa prinsip utama dalam setiap operasi penyelamatan adalah keamanan. 

“Yang pertama harus aman dulu. Aman untuk rescuer, aman untuk lingkungan, baru terakhir aman untuk korban,” jelasnya.

Hal ini menjadi sangat penting ketika menghadapi medan ekstrem seperti lereng curam atau jurang, yang menjadi ranah kerja dari vertical rescue.

Vertical rescue merupakan operasi evakuasi yang dilakukan di ketinggian atau tempat yang memiliki risiko jatuh tinggi. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved