WN Brasil Jatuh
Picuh Kemarahan, Pendaki Rinjani Asal Brasil Masih Sempat Hidup Usai Jatuh, Evakuasi Dinilai Lambat
Juliana Marins ternyata masih hidup setelah terjatuh di jurang pada Sabtu pagi (21/6/2025). Namun, proses penyelamatan dinilai lambat karena berlangsu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pendaki-asal-Brasil-Juliana-Marins-di-Gunung-Rinjani-ffff.jpg)
Ia menjelaskan bahwa medan yang dihadapi luar biasa sulit. Lokasi korban berada di tebing curam pada ketinggian 9.000 kaki.
Tim penyelamat harus membawa peralatan vertical rescue dan menghadapi cuaca buruk, termasuk kabut tebal dan hujan yang mengganggu jarak pandang.
Meski drone thermal sempat digunakan, alat itu gagal mendeteksi posisi korban pada hari pertama. Baru pada Senin, drone berhasil mengidentifikasi tubuh Juliana yang sudah tidak bergerak.
Proses pencapaian titik korban pun sangat menantang. Tali evakuasi yang tersedia hanya sepanjang 250 meter, sementara jurang tempat korban jatuh sedalam 600 meter.
Tim harus menyambung tali secara manual dan memasang tambatan di medan yang sangat curam, dengan pasokan oksigen terbatas di ketinggian.
"Kedalaman sejauh 400–500 meter ini bukan sesuatu yang gampang. Tambatan tali tidak bisa dipasang dengan aman," jelas Syafii.
Evakuasi dilakukan dengan sistem vertical lifting
Setelah jasad Juliana ditemukan pada Rabu (25/6/2025), tim SAR melakukan evakuasi dengan sistem vertical lifting.
Jenazah kemudian dibawa menyusuri jalur pendakian menuju Posko Sembalun, dan dari sana dievakuasi menggunakan helikopter ke RS Bhayangkara Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut.
Syafii menegaskan bahwa semua prosedur dijalankan sesuai standar operasi, dengan prioritas pada keselamatan personel.
"Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi di medan yang sangat sulit," pungkasnya.
Diketahui, Gunung Rinjani, yang memiliki ketinggian 3.726 meter, dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pendakian di Indonesia.
Namun, insiden pendaki jatuh atau meninggal dunia bukan yang pertama. Pada Mei lalu, seorang wisatawan asal Malaysia juga tewas saat mencoba mendaki gunung tersebut.
Kronologi Turis Brasil Juliana Marins Jatuh di “Jalur Neraka” Rinjani
Seorang turis asal Brasil, Juliana Marins (26), dilaporkan terjatuh ke jurang sedalam ratusan meter di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (21/6/2025).
Peristiwa ini menyita perhatian publik karena proses evakuasi yang kompleks serta lokasi jatuh yang ekstrem.