Warganet Brasil Murka, Ini Alasan Evakuasi Juliana Marins di Rinjani Butuh Waktu Berhari-hari
Warganet Brasil murka dan menyebut Tim SAR Indonesia lamban, padahal banyak kendala yang ditemui Basarnas dalam proses evakuasi Juliana Marins.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sar-evakuasi-juliana-marins.jpg)
Baru pada Senin (23/6/2025), drone berhasil menangkap gambar tubuh Juliana dalam posisi tak bergerak.
Titik jatuh korban diperkirakan berada pada kedalaman 600 meter dari bibir jurang.
Baca juga: Kondisi Pendaki Brasil Jatuh di Gunung Rinjani, 5 Hari Evakuasi Bikin Akun Prabowo Diserbu WNA
3. Tali Vertikal Terbatas, Tambatan Tak Aman
Salah satu kendala utama adalah peralatan vertical rescue.
Tali yang tersedia di awal pencarian hanya sepanjang 250 meter. Tim SAR harus menyambung tali secara bertahap dan memasang tambatan pengaman pada tebing yang hampir tidak memiliki titik penahan yang kokoh.
“Panjang tali itu tidak cukup. Kami harus sambung-sambung, dan lokasi tambatan tali pun sangat terbatas dan berisiko,” ungkap Syafii.
Pasokan oksigen tipis di ketinggian Rinjani juga menjadi masalah serius. Tim hanya bisa bekerja dalam waktu terbatas untuk mencegah kelelahan atau sesak napas.
4. Vertical Lifting hingga Jalur Darat ke Rumah Sakit
Pada Rabu (25/6/2025) pukul 13.51 WITA, jenazah Juliana akhirnya berhasil diangkat dari jurang menggunakan metode vertical lifting.
Proses ini dilakukan dengan sistem pulley dan tim pengangkut bergiliran menarik tali dari ketinggian.
Setelah berhasil dievakuasi ke bibir tebing, jenazah ditandu menyusuri jalur curam menuju Posko SAR Sembalun, memakan waktu hampir 6 jam.
Pukul 20.41 WITA, jenazah tiba di Posko dan langsung dibawa dengan ambulans menuju RS Bhayangkara Mataram dengan pengawalan ketat. Jenazah tiba pukul 22.44 WITA dan langsung masuk ruang autopsi.
Warganet Brasil Meradang, Serbu Akun Instagram Basarnas
Tragedi ini tak hanya menyita perhatian di dalam negeri, tapi juga di Brasil. Ribuan komentar muncul di akun Instagram resmi @sar_nasional, menyampaikan kekecewaan atas lambannya evakuasi.
“Butuh waktu lama bagi mereka menolong Juliana. Ini memalukan!” tulis akun @patri******.
“Kami orang Brasil kecewa dengan pemerintah Indonesia,” kata akun lain, @eulo******.
Baca juga: Pendaki Inggris Pecahkan Rekor, Taklukkan Gunung Everest untuk ke-19 Kalinya
Juliana Marins: Solo Traveler dan Penari Tiang dari Niterói
Juliana dikenal sebagai publicist dan penari tiang profesional yang aktif membagikan perjalanannya ke berbagai negara di Asia, seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina.
Ia memulai pendakian bersama lima wisatawan asing lainnya dengan seorang pemandu lokal. Karena kelelahan, Juliana meminta istirahat. Namun nahas, ia terpeleset dan jatuh ke jurang vulkanik sedalam 600 meter.