Bansos 2025

Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair hingga Akhir Juni 2025, Ini Tanda Bantuan Jika Sudah Cair

Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT tahap 2 sudah cair hingga akhir Juni 2025. Ini tandanya jika bantuan sudah cair.

Editor: Prailla Libriana Karauwan
TribunPontianak/Istimewa
ILUSTRASI PENERIMAAN BANSOS 2025 -Bansos PHK dan BPNT tahap 2 kini mulai cair hingga di Juni 2025. Ini tandanya jika bantuannya sudah masuk 

PKH per triwulan:

  • Anak SD: Rp225.000
  • Anak SMP: Rp375.000
  • Anak SMA: Rp500.000
  • Anak usia dini & ibu hamil/nifas: Rp750.000
  • Lansia dan disabilitas berat: Rp600.000

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT

Penerima dapat mengecek status dan jadwal pencairan melalui situs resmi berikut:

  1. Kunjungi https://cekbansos.kemensos.go.id
  2. Pilih wilayah (provinsi, kabupaten, kecamatan, desa)
  3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP
  4. Masukkan kode captcha
  5. Klik “Cari Data” untuk melihat status

Hasil pencarian akan menunjukkan apakah nama tersebut termasuk dalam daftar penerima dan status pencairannya.

Penyaluran dana dilakukan melalui:

  • Rekening KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) di bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN)
  • PT Pos Indonesia untuk wilayah tertentu

Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari Kemensos dan memastikan data kependudukan mereka valid agar pencairan bantuan tidak mengalami kendala.

Tanda bansos BPNT siap cair

Setelah melakukan cek bansos BPNT di cek bansos Kemensos kolom BPNT menunjukkan tulisan “YA” dengan keterangan “APR–JUN 2025”, artinya bantuan sudah disetujui dan siap dicairkan dalam periode tersebut.

Namun, untuk mengetahui tanggal pasti pencairan di wilayah masing-masing, disarankan agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghubungi kantor desa/kelurahan atau pendamping bansos setempat.

Penyaluran bansos dilakukan bertahap

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan proses penyaluran bansos dilakukan bertahap, karena harus melewati proses verifikasi dan pemadanan data secara ketat.  

Salah satu tantangan utama adalah pemadanan data terkini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Ya ada proses (pendataan). Hari ini, tadi pagi-pagi itu saya (cek) sudah lebih dari 60 persen (bansos tersalur), tapi siang ini saya kira sudah lebih ya,” katanya.

Koordinasi dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan data penerima bansos benar-benar valid.

“Kalau kendala sih nggak (terlalu), kita ngikut data aja. Kendalanya itu data aja,” tutur Gus Ipul.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved