Polemik Bank SulutGo
Bupati Boalemo Ancam Pindahkan RKUD ke BRI Gorontalo, BSG Diberi Waktu hingga 30 Juni 2025
Hubungan kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo dengan Bank SulutGo (BSG) bagai telur di ujung tanduk.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Boalemo-Rum-Pagau-beri-ultimatum-ke-BSG-Selasa-2462025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Hubungan kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo dengan Bank SulutGo (BSG) bagai telur di ujung tanduk.
Bupati Boalemo, Rum Pagau, secara terang-terangan memberikan ultimatum kepada BSG.
Rum Pagau mendesak BSG segera memberikan kejelasan terkait jabatan direksi dan komisaris yang telah diperbincangkan sebelumnya.
Ia juga menyinggung rencana pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Rakyat Indonesia (BRI).
"Saya hanya di bawah dari Gubernur Sulawesi Utara, Gubernur Gorontalo, Mega Corporate, dan Koperasi Bank Sulut, setelah itu baru Boalemo," jelas Rum Pagau kepada TribunGorontalo.com, Selasa (24/5/2025).
Ia menegaskan Kabupaten Boalemo sebagai pemegang saham terbesar kelima berhak menyuarakan aspirasi.
"Solusinya kita menambah, posisi direksi satu dan komisaris satu," ungkap Rum.
Rum mengaku cukup pesimis namun ia tetap memberikan waktu bagi BSG setidaknya sampai 30 Juni 2025.
"Saya sampaikan tanggal 1 Juli 2025, saya akan tanda tangan PKS Boalemo dengan Bank BRI, selesai, tidak ada urusan saya dengan BSG," jelas Bupati Boalemo.
"Uang Boalemo ada di situ, uang provinsi ada di situ, tapi kalau strategi mereka hanya mengulur, maka saya akan tanda tangan perjanjian saya dengan Bank BRI," tambahnya.
Situasi ini menjadi babak baru dinamika keuangan daerah Boalemo yang patut ditunggu perkembangannya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Boalemo memulai proses pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank SulutGo ke Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Langkah awal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati Boalemo, Rum Pagau, pada Sabtu (12/4/2025).
Penandatanganan MoU berlangsung dalam suasana khidmat dan disaksikan langsung oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Boalemo, Taufik Kumali, serta Kepala Cabang BRI Limboto, Nur Jonson Arifin.
Sementara itu, Kepala BPKPD Boalemo Taufik Kumali menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank SulutGo yang digelar beberapa waktu lalu di Manado.
Baca juga: BSU Sudah Cair Mulai 23 Juni 2025, Begini Cara Cek Bantuan Rp 600 Ribu yang Masuk Rekening Himbara
“Pemindahan RKUD ke BRI merupakan arahan langsung dari Bupati Rum Pagau pasca-RUPS LB Bank SulutGo. Tujuannya untuk memperkuat efisiensi pelayanan keuangan daerah,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, pemilihan BRI karena memiliki jaringan unit layanan yang luas, tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Boalemo.
Kondisi ini dianggap sangat menunjang kemudahan akses layanan keuangan, baik untuk kepentingan administrasi pemerintahan maupun pelayanan publik.
“Dengan adanya unit BRI di beberapa kecamatan, pelayanan keuangan kepada instansi pemerintah dan masyarakat akan lebih cepat dan merata. Ini mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” tambahnya.
Taufik juga mengungkapkan bahwa penandatanganan MoU ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama pihak BRI Cabang Limboto.
Pimpinan BSG Kasih Lampu Hijau untuk Direksi dan Komisaris Perwakilan Gorontalo
Pimpinan Cabang BSG Gorontalo, Rudianto Katili, mengungkapkan bahwa pihak Direksi memberi sinyal terbuka terkait permintaan tersebut.
Bahkan, menurutnya, Direksi menyambut baik jika daerah ingin menyiapkan kader untuk duduk di posisi strategis di tubuh bank daerah tersebut.
“Pak Direksi sudah bilang, kalau memang maunya seperti itu, ayo siapkan kader terbaik dari Gorontalo untuk menduduki posisi Direksi dan Komisaris,” ujar Rudianto saat diwawancarai Rabu (16/4/2025).
Pernyataan ini muncul usai kunjungan Direksi dan Komisaris BSG ke rumah dinas para kepala daerah pemegang saham di Gorontalo.
Rudianto memastikan, kunjungan tersebut murni bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan aspirasi pemegang saham.
“Semua kepala daerah pemegang saham sudah kami datangi, dan hampir semuanya menyampaikan keinginan agar Direksi dan Komisaris ke depan berasal dari Gorontalo,” jelasnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pegawai BSG Gorontalo Tewas Tersengat Listrik saat Pasang Umbul-umbul
Rudianto menyebut bahwa aspirasi ini sudah diteruskan ke Pemegang Saham Pengendali (PSP) oleh Direksi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tinggal bagaimana para pemegang saham di Gorontalo menyiapkan figur yang mumpuni dan bisa diterima semua pihak,” katanya.
Sebelumnya, muncul aksi demonstrasi dari sejumlah mahasiswa dan pemuda yang menuntut keterwakilan putra daerah dalam jajaran pimpinan BSG.
Namun, Rudianto menyayangkan aksi itu karena bisa mengganggu aktivitas operasional perbankan.
“Kalau niatnya baik, sebaiknya disampaikan dengan cara yang lebih konstruktif. Jangan sampai mengganggu pelayanan dan keamanan,” pungkasnya.
Dengan pernyataan ini, harapan masyarakat Gorontalo untuk melihat putra daerah mengisi jabatan strategis di BSG tampaknya semakin terbuka lebar.
Perlu diketahui bahwa Pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo tercatat sebagai pemegang saham signifikan di Bank SulutGo (BSG).
Meski persentasenya tidak sebesar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kontribusi Gorontalo melalui penyertaan modal tetap menjadi bagian penting dalam struktur kepemilikan bank tersebut.
Berdasarkan data dikutip dari laman resmi Bank SulutGo, total saham yang dimiliki seluruh pemerintah daerah di Gorontalo mencapai Rp 235,1 miliar.
Jumlah ini rupanya setara dengan 18,65 persen dari total saham Bank SulutGo yang mencapai Rp 1,2 Triliun.
Penyertaan modal terbesar berasal dari Pemerintah Provinsi Gorontalo sebesar Rp 72,9 miliar (5,79 persen).
Disusul oleh Pemkab Boalemo dengan Rp 48,1 miliar (3,82 persen), serta Pemkot Gorontalo sebesar Rp 34 miliar (2,70 persen).
Sementara pemerintah kabupaten lainnya seperti Gorontalo, Pohuwato, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara masing-masing juga berkontribusi meskipun dengan jumlah lebih kecil.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.