Kulit Wajah Jokowi
Kulit Wajah Jokowi Berubah Munculkan Berbagai Spekulasi Penyakit, Ini Penjelasan Ajudan
Kulit wajah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan publik lantaran menimbulkan perubahan visual pada wajahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wajah-Presiden-ke-7-RI-Jokowi-ramai-diperbincangkan-publik-7788.jpg)
Ia menambahkan bahwa gejala alergi tersebut diduga muncul sebagai respons tubuh terhadap perubahan cuaca yang terjadi selama kunjungan kenegaraan di Vatikan.
“Ya, mungkin cuaca ya, di Vatikan. Jadi, penyesuaian, lalu pulang ke Indonesia, beberapa hari setelah itu baru muncul alerginya,” ujar Syarif.
Saat ini, proses pemulihan kesehatan Jokowi ditangani oleh tim medis di kediaman pribadinya yang terletak di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
Dengan penanganan intensif dan pengawasan dari tim dokter, kondisi Presiden disebutkan semakin membaik.
Perubahan pada wajah Jokowi yang sempat menarik perhatian masyarakat luas, menurut Syarif, hanyalah efek dari peradangan ringan akibat alergi kulit, bukan kondisi medis serius seperti yang ramai diberitakan.
Jokowi Tegaskan Hanya Alergi
Presiden Jokowi sendiri telah memberi penjelasan langsung mengenai kondisi kesehatannya. Ia menegaskan bahwa yang dialaminya bukanlah penyakit berat, melainkan alergi kulit biasa.
“Kondisi saya sudah disampaikan, alergi biasa. Waktu ke Vatikan kemarin juga hanya alergi biasa,” kata Jokowi pada Jumat (6/6/2025).
Ia menambahkan bahwa alergi tersebut tidak memengaruhi kondisi tubuhnya secara keseluruhan.
“Badan tidak ada masalah, alergi biasa saja,” tegasnya.
Aktivitas Presiden pun tetap berjalan seperti biasa. Salah satunya, ia mengikuti salat Idul Adha di Graha Saba Buana pada pagi hari di tanggal yang sama.
Jokowi bahkan terlihat berinteraksi langsung dengan masyarakat tanpa menunjukkan tanda-tanda
Mengenal Stevens Johnson Syndrome
Nama Stevens Johnson Syndrome (SJS) sempat dikaitkan dengan perubahan pada wajah Jokowi, meski tidak terbukti.
SJS merupakan penyakit langka dan serius yang menyerang kulit dan selaput lendir, seperti mata, mulut, hidung, hingga area genital.
Gejala awalnya menyerupai flu, termasuk demam, kelelahan, batuk, dan nyeri tenggorokan. Selanjutnya, muncul ruam merah yang menyakitkan, lepuh berisi cairan, hingga pengelupasan kulit.
kulit wajah Presiden
Syarif Muhammad Fitriansyah
penyakit autoimun
Steven Johnson Syndrome
Ajudan Jokowi
| Jadwal Buka Puasa Kota Gorontalo Hari Ini Senin, 9 Maret 2026 Lengkap Doa Berbuka Puasa dan Sunahnya |
|
|---|
| Pria di Desa Pangea Gorontalo Tewas Ditikam, Polisi Masih Dalami Motif dan Kronologi Kejadian |
|
|---|
| Horoskop Zodiak Cancer, Leo, Virgo Besok Selasa 10 Maret 2026: Prediksi Cinta, Karier, Kesehatan |
|
|---|
| Bacaan Doa Pagi Hari Senin, Raih Rezeki Berlimpah dan Keberkahan Ramadan |
|
|---|
| Terlambat ke Masjid Saat Lebaran? Begini Hukum Salat Idul Fitri Sendiri di Rumah Menurut Ulama |
|
|---|