Minggu, 15 Maret 2026

Kulit Wajah Jokowi

Kulit Wajah Jokowi Berubah Munculkan Berbagai Spekulasi Penyakit, Ini Penjelasan Ajudan

Kulit wajah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan publik lantaran menimbulkan perubahan visual pada wajahnya.

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Kulit Wajah Jokowi Berubah Munculkan Berbagai Spekulasi Penyakit, Ini Penjelasan Ajudan
Tribunnews
KULIT WAJAH - Wajah Presiden ke-7 RI Jokowi ramai diperbincangkan publik karena terlihat berbeda dari biasanya. Terlihat adanya bercak atau flek hitam di area wajah dan leher. Selain itu, kondisi rambut dan bagian kepala Jokowi juga menjadi sorotan, terutama karena terlihat menipis di beberapa bagian. (Tribun) 

SJS tergolong kondisi darurat medis dan umumnya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Pemulihan bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Ruam khas SJS biasanya bermula dari dada atas, wajah, dan ekstremitas, lalu menyebar. Bintik-bintik tersebut berbentuk seperti lesi "target"—berwarna merah atau ungu gelap di tengah dan terang di tepinya.

Seiring waktu, lepuhan bisa pecah, meninggalkan luka terbuka yang rentan terhadap infeksi.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti SJS belum sepenuhnya diketahui, tetapi umumnya dipicu oleh penggunaan obat-obatan atau infeksi. Beberapa obat yang dapat memicu SJS antara lain:

  • Allopurinol (untuk asam urat)
  • Obat antikonvulsan dan antipsikotik
  • Sulfonamida antibakteri
  • Nevirapine
  • Obat pereda nyeri seperti ibuprofen, naproxen sodium, dan acetaminophen
  • Infeksi seperti pneumonia, virus herpes, HIV, virus Epstein-Barr, dan influenza juga bisa memicu SJS.

Adapun faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami SJS mencakup:

  • Sistem imun yang lemah
  • Riwayat SJS sebelumnya
  • Riwayat keluarga
  • Faktor genetik tertentu

Gejala Stevens Johnson Syndrome?

Pada awal gejala Stevens Johnson Syndrome muncul bisa seperti flu biasa. Gejalanya meliputi:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Badan sakit-sakit
  • Batuk

Karena gejalanya mirip dengan pilek atau flu biasa, gejala Stevens Johnson Syndrome pada tahap awal sering tidak disadari penderitanya.

Pada tahap lanjut, 90 persen penderitanya merasakan gejala Stevens Johnson Syndrome pada selaput lendir.

Gejala pada tahap ini meliputi:

  • Rasa terbakar atau perih di mata
  • Kotoran mata atau kerak
    Sensitivitas terhadap cahaya
  • Sakit saat buang air kecil
  • Sesak napas
  • Luka atau lepuh di dalam mulut
  • Kesulitan menelan
  • Mata adalah bagian mukosa yang paling sering terkena, daripada alat kelamin, saluran napas, dan tenggorokan.

Ruam Stevens Johnson Syndrome

Gejala khas pada Stevens Johnson Syndrome adalah ruam yang muncul 1-3 hari setelah gejala lainnya muncul.

Penampilan dan lokasi ruam ini bisa berubah dari hari ke hari.

Umumnya, ruam Stevens Johnson Syndrome berkembang seperti ini:

  • Biasanya, pertama kali muncul di dada bagian atas, wajah, serta tangan dan kaki;
    Saat pertama kali muncul, ruam tampak seperti bintik-bintik merah, ungu, atau coklat dengan berbagai ukuran;
  • Bintik-bintik tersebut kemudian menjadi lebih gelap di bagian tengah dan lebih terang di bagian tepinya. Ini terkadang disebut lesi "target" karena bentuknya seperti sasaran tembak;
  • Dalam hitungan jam hingga hari, penyakit ini mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya. Paling sering menyebar ke perut, lengan, dan kaki;
  • Saat menyebar, bintik-bintik merah tersebut menyatu dan membentuk lepuh berisi cairan;
  • Lepuhan akhirnya pecah dan kulit mulai mengelupas. Hal ini mengekspos area kulit yang luas dan menimbulkan risiko infeksi.
Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved