Banjir Pohuwato Gorontalo
2 Warga Pohuwato Gorontalo Tewas Gara-Gara Banjir di Wanggarasi
Musibah banjir kembali menimpa Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam (20/6/2025) menyebabkan dua desa
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANJIR-POHUWATO-Petugas-gabungan-dari-TNI-Polri-BPBD.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Musibah banjir kembali menimpa Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam (20/6/2025) menyebabkan dua desa di Kecamatan Wanggarasi terendam banjir.
Akibatnya, dua warga dilaporkan meninggal dunia dan ratusan lainnya terdampak.
Peristiwa ini terjadi di dua desa yang terletak di kawasan dataran rendah dan berbatasan langsung dengan wilayah perbukitan, yakni Desa Tuweya dan Desa Bohusami.
Wilayah ini memang dikenal rawan banjir saat curah hujan tinggi karena kondisi geografisnya yang dikelilingi aliran sungai kecil dan drainase yang terbatas.
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, melalui laporan sementara dari Kasubsektor Wanggarasi, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 22.00 Wita.
Curah hujan yang tinggi memicu luapan air yang dengan cepat menggenangi permukiman warga.
Di Desa Tuweya, sebanyak 158 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 615 jiwa terdampak langsung oleh banjir.
Duka mendalam menyelimuti warga desa ini setelah ditemukan dua korban meninggal dunia, yakni Laras Tiari Lakoro (15 tahun) dan Ance Munu (42 tahun), yang merupakan tante dan ponakan.
Kedua korban diduga terseret arus deras saat berupaya menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah.
Sementara itu di Desa Bohusami, banjir juga merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.
Total ada 197 KK atau 620 jiwa yang terdampak. Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa ataupun luka-luka dari desa tersebut.
Menanggapi bencana ini, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, langsung mengambil tindakan cepat.
Saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/6/2025), Bupati dua periode itu menyatakan telah memerintahkan seluruh instansi teknis untuk turun langsung membantu warga di lapangan.
“Saya telah memerintahkan OPD maupun instansi terkait untuk turun langsung mengatasi serta memberikan solusi nyata terhadap para korban musibah banjir,” ujar Bupati Saipul.
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena belum bisa hadir langsung di lokasi bencana, dan menyatakan turut berdukacita atas korban yang meninggal dunia di Desa Tuweya.
“InsyaAllah Pemerintah Daerah siap siaga. Pak Wabup juga sudah turun ke lokasi. Kita akan berupaya memberikan langkah konkret bagi para korban, baik yang meninggal maupun yang terdampak,” imbuhnya.
Di lokasi kejadian, tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, dan Tagana sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi masih melakukan evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan darurat.
Mereka membantu warga yang rumahnya terendam air serta mendistribusikan kebutuhan pokok seperti makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan.
Kapolres Busroni mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Ia juga menegaskan bahwa pendataan terus dilakukan secara dinamis karena kondisi lapangan yang terus berubah.
“Kami masih terus melakukan pemantauan dan pendataan. Data bisa berubah sesuai perkembangan di lapangan. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Kapolres, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Hingga Sabtu siang, curah hujan masih cukup tinggi di sebagian wilayah Pohuwato.
Warga yang berada di daerah rawan diimbau untuk siaga dan mengikuti instruksi dari aparat setempat. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.