Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Populer

GORONTALO TERPOPULER: Mie Gacoan Ditutup hingga Cerita Pilu Penjahit di Pasar Satya Pradja

Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Rabu, (18/6/2025).

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto GORONTALO TERPOPULER: Mie Gacoan Ditutup hingga Cerita Pilu Penjahit di Pasar Satya Pradja
TribunGorontalo.com
BERITA POPULER -- Kolase foto penutupan Mie Gacoan, kunjungan Menteri Desa, dan Umar Airmas. Simak berita lokal terpopuler yang telah tayang di TribunGorontalo.com pada 17 Juni 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Rabu, (18/6/2025).

Gorontalo populer ini merupakan berita lokal yang paling banyak dibaca sejak hari Selasa (17/6) kemarin.

Berita pertama mengenai ‎Mie Gacoan yang ditutup sementara oleh Wali Kota Gorontalo.

Selanjutnya sosok Umar Airmas, penjahit di Pasar Satya Pradja Kota Gorontalo yang harus irit makan karena minim pemasukan.

Ada pula kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Berikut tiga berita lokal terpopuler yang telah tayang di TribunGorontalo.com pada 18 Juni 2025.

BREAKING NEWS: Mie Gacoan Gorontalo Resmi Tutup Sementara, Parkiran Lengang

SEGEL -- Gerai Mie Gacoan bakal disegel Satpol PP Kota Gorontalo, Selasa (17/6/2025). Penutupan dilakukan atas perintah Wali Kota setelah buruh proyek mengaku belum menerima gaji selama enam bulan.
SEGEL -- Gerai Mie Gacoan bakal disegel Satpol PP Kota Gorontalo, Selasa (17/6/2025). Penutupan dilakukan atas perintah Wali Kota setelah buruh proyek mengaku belum menerima gaji selama enam bulan. (Photo by Inayah Nuraulia Mokodongan)

Gerai Mie Gacoan di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, resmi ditutup sementara sejak pagi ini, Selasa (17/6/2025).

Penutupan tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyusul kisruh tunggakan upah buruh oleh kontraktor pembangunan gerai.

Pantauan Tribun Gorontalo pada pukul 10.00 Wita, suasana parkiran yang biasanya ramai dengan antrean kendaraan dan pengunjung, kini tampak lenggang.

Baca juga: Sejumlah Warga Gorontalo Kaget Mie Gacoan Tutup, Padahal Baru Berkunjung

Hanya satu mobil besar terparkir menutup akses masuk ke restoran cepat saji asal Malang tersebut.

Tak jauh dari gerbang, puluhan driver ojek online (ojol) tampak berkerumun di trotoar depan.

Beberapa dari mereka mengaku kecewa dan bingung karena tetap menerima pesanan makanan dari aplikasi, padahal gerai telah tutup.

BACA SELENGKAPNYA

Umar Airmas Tukang Jahit di Pasar Satya Pradja Gorontalo yang Bertahan Mesi Sepinya Pelanggan

Umar Airmas (66) penjahit pakaian di Pasar Satya Pradja Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (16/6/2025). Umar menceritakan pengalamannya menjadi penjahit selama bertahun-tahun.
Umar Airmas (66) penjahit pakaian di Pasar Satya Pradja Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (16/6/2025). Umar menceritakan pengalamannya menjadi penjahit selama bertahun-tahun. (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Umar Airmas (66), seorang penjahit pakaian senior di Pasar Satya Pradja Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, membagikan kisah perjuangan hidupnya yang memilukan.

Ditemui saat sedang sibuk dengan benang dan jarumnya pada Senin (16/6/2025), Umar mengungkapkan betapa sulitnya bertahan di pasar yang kini sepi pelanggan.

Umar menceritakan, penghasilannya di pasar ini menurun drastis. Ia bahkan pernah tidak mendapatkan orderan sama sekali selama tiga hari berturut-turut.

"Selalu kosong di sini saya pak, bahkan saya selama tiga hari pernah tidak dapat apa-apa," ungkapnya dengan nada sendu.

Dengan empat anak dan satu cucu yang menjadi tanggungannya setelah sang istri meninggal dunia, Umar harus memutar otak agar dapur tetap mengepul.

Uang yang ia dapatkan hari ini seringkali harus dihemat mati-matian untuk beberapa hari ke depan.

"Saya kadang pergunakan uang lain-lain karena saya tahu tiga hari ke depan itu tidak akan dapat uang," jelas Umar.

BACA SELENGKAPNYA

Mendes di Gorontalo, Sebut Kopdes Merah Putih Permudah Akses Modal, Pinjaman Tanpa Jaminan

KOPDES MERAH PUTIH : Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Ahmad Riza Patria, saat memberikan penjelasan atas pertanyaan audiens, Selasa (17/6/2025).
KOPDES MERAH PUTIH : Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Ahmad Riza Patria, saat memberikan penjelasan atas pertanyaan audiens, Selasa (17/6/2025). (FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com)

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih hadir sebagai solusi pembiayaan tanpa syarat memberatkan.

Dalam dialog bersama kepala desa dan lurah di Gorontalo, Selasa (17/6/2025), ia menekankan bahwa program ini tidak memerlukan jaminan dan tidak terkendala BI checking.

“Satu, tanpa jaminan. Kedua, tidak ada masalah BI checking,” ujar Ahmad Riza.

Menurutnya, hal ini menjadi keunggulan utama Kopdes Merah Putih dibanding koperasi pada umumnya, yang kerap mempersulit pelaku usaha desa dalam hal akses modal.

Kopdes, kata Riza, didirikan atas nama lembaga, bukan perorangan, sehingga memungkinkan fleksibilitas yang lebih luas dalam pengelolaan.

BACA SELENGKAPNYA

 

(TribunGorontalo.com/*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved