PEMPROV GORONTALO
Mendes di Gorontalo, Sebut Kopdes Merah Putih Permudah Akses Modal, Pinjaman Tanpa Jaminan
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Put
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih hadir sebagai solusi pembiayaan tanpa syarat memberatkan.
Dalam dialog bersama kepala desa dan lurah di Gorontalo, Selasa (17/6/2025), ia menekankan bahwa program ini tidak memerlukan jaminan dan tidak terkendala BI checking.
“Satu, tanpa jaminan. Kedua, tidak ada masalah BI checking,” ujar Ahmad Riza.
Menurutnya, hal ini menjadi keunggulan utama Kopdes Merah Putih dibanding koperasi pada umumnya, yang kerap mempersulit pelaku usaha desa dalam hal akses modal.
Kopdes, kata Riza, didirikan atas nama lembaga, bukan perorangan, sehingga memungkinkan fleksibilitas yang lebih luas dalam pengelolaan.
Didukung 18 Kementerian dan Lembaga
Riza, yang juga penanggung jawab Kopdes Merah Putih untuk wilayah 3, menyebut ada 18 kementerian/lembaga yang terlibat langsung dalam pengawalan dan pendampingan koperasi ini.
“Tidak boleh gagal, karena Kopdes adalah bagian dari modal pembangunan bangsa,” tegasnya.
Karena itu, ia mengimbau para pengurus koperasi untuk meninggalkan pola kerja seremoni dan fokus pada efisiensi serta keberlanjutan usaha.
“Jangan uangnya habis hanya untuk seragam atau beli kendaraan. Itu tidak produktif,” ucapnya.
Untuk menekan pengeluaran, ia menyarankan agar koperasi memanfaatkan aset pemerintah desa, kecamatan, hingga pusat, seperti balai desa atau gedung milik instansi, daripada menyewa atau membeli bangunan baru.
“Gunakan bangunan milik pemerintah yang bisa dipinjam. Itu akan jauh lebih efisien,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar semua pengajuan pembiayaan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil, dengan perhitungan matang terkait untung rugi.
“Koperasi harus bisa menambah modal, memperluas layanan, dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” kata Ahmad Riza.
Senada dengan itu, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Kemendagri, Laode Ahmad, mendorong agar setiap aset yang potensial dimanfaatkan untuk kegiatan koperasi segera diidentifikasi.
Sementara itu, Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Pangan, Prayudi, menambahkan bahwa keberadaan posko dan satgas Kopdes sangat strategis.
Tak hanya untuk simpan pinjam, tapi juga sebagai wadah pengembangan usaha-usaha produktif di sektor pertanian dan perikanan.
“Kalau pertanian atau perikanan, nanti kita bantu kembangkan,” tutupnya. (*)
| Atasi Kemacetan Simpang Lima Telaga, Pemprov Gorontalo Mulai Studi Kelayakan Pembangunan Flyover |
|
|---|
| Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gusnar-Idah: Pemprov Gorontalo Serahkan Bantuan Komunitas Bentor |
|
|---|
| Sederet Capaian Satu Tahun Gusnar Ismail - Idah Syahidah Pimpin Provinsi Gorontalo |
|
|---|
| Sinergi BI dan Pemprov Gorontalo, 288 Pelaku Usaha Ramaikan Bazar Ramadan 2026 |
|
|---|
| Bertahun-Tahun jadi Wacana, Embarkasi Haji Penuh Gorontalo Masuk Tahap Pembangunan Anggaran Rp40 M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KOPDES-MERAH-PUTIH-Menteri-Desa-Pembangunan-Daerah-Tertingga.jpg)