Rabu, 4 Maret 2026

Kultum Milenial

Kultum Milenial, Ismail Harun Mahasiswa IAIN Gorontalo: Ramadan Waktunya Update Diri

Ramadan kembali menyapa. Bulan yang selalu dinanti, bulan yang selalu didoakan, bulan yang selalu diharapkan datang membawa perubahan. 

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab

Ringkasan Berita:
  • Ramadan bukan sekadar momen untuk mempercantik tampilan (feed) media sosial dengan aktivitas ibadah
  • Layaknya perangkat yang perlu diperbarui agar tidak lambat, Ramadan hadir sebagai program untuk memperkuat kembali "sinyal" keimanan kepada Allah
  • Keberhasilan Ramadan diukur dari adanya peningkatan nyata pada tiga hal

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Ramadan kembali menyapa. Bulan yang selalu dinanti, bulan yang selalu didoakan, bulan yang selalu diharapkan datang membawa perubahan. 

Ramadan bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender hijriah, melainkan momentum besar bagi setiap jiwa untuk berhenti sejenak, menoleh ke dalam, lalu bertanya dengan jujur, sudah sejauh apa kita berjalan sebagai hamba Allah.

Kita hidup di zaman yang serba update. Bangun tidur update. Mau sahur update. Mau berbuka puasa di mana update. Mau tarawih di masjid mana update.

Hampir semua momen kita abadikan dan kita bagikan. Dan sejatinya, itu bukan masalah. Tidak ada larangan untuk berbagi kebahagiaan, berbagi aktivitas, atau berbagi cerita.

Namun persoalannya bukan pada update itu sendiri. Persoalannya adalah ketika kita terlalu sibuk memperbarui status, tetapi lupa memperbarui kualitas diri.

Kita rajin memperindah feed media sosial, tetapi lalai memperindah iman di dalam hati. 

Padahal Ramadan tidak datang untuk menghias linimasa, melainkan untuk membersihkan jiwa.

Tujuan puasa dengan sangat jelas. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Bukan sekadar mengubah jam makan dan jam tidur. 

Puasa adalah jalan menuju takwa. Agar kita menjadi manusia yang lebih sadar, lebih tunduk, dan lebih dekat kepada Allah.

Ramadan adalah program peningkatan diri. Ramadan adalah program pembaruan. Seperti ponsel yang perlu di-update agar tidak lemot, iman pun perlu diperbarui agar tidak rapuh. 

Terkadang bukan jaringan internet yang bermasalah, tetapi jaringan keimanan kita kepada Allah yang melemah. Sinyal dunia kuat, tetapi sinyal akhirat melemah. Maka Ramadan hadir untuk memperkuat kembali koneksi itu.

Bukankah sebelum Ramadan datang, kita selalu memanjatkan doa yang sama? Kita memohon agar dipertemukan dengan bulan suci ini. 

Kita ulangi doa itu dalam sujud, dalam zikir, bahkan kita tulis dan kita bagikan. Dan hari ini, doa itu telah dikabulkan. Kita masih diberi napas. Kita masih diberi usia. Kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadan. Lalu pertanyaannya, setelah dipertemukan, apa yang berubah?.

Jangan sampai kita hanya ingin sampai ke Ramadan, tetapi tidak mau diubah oleh Ramadan. Jangan sampai kita hanya ingin bertemu bulan suci, tetapi menolak proses penyucian diri. Kerugian yang paling besar adalah ketika Ramadan datang dan pergi, sementara diri kita tetap sama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved