Berita Populer
GORONTALO TERPOPULER: Mie Gacoan Ditutup hingga Cerita Pilu Penjahit di Pasar Satya Pradja
Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Rabu, (18/6/2025).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berita-populer-18-Juni-2025.jpg)
Umar menceritakan, penghasilannya di pasar ini menurun drastis. Ia bahkan pernah tidak mendapatkan orderan sama sekali selama tiga hari berturut-turut.
"Selalu kosong di sini saya pak, bahkan saya selama tiga hari pernah tidak dapat apa-apa," ungkapnya dengan nada sendu.
Dengan empat anak dan satu cucu yang menjadi tanggungannya setelah sang istri meninggal dunia, Umar harus memutar otak agar dapur tetap mengepul.
Uang yang ia dapatkan hari ini seringkali harus dihemat mati-matian untuk beberapa hari ke depan.
"Saya kadang pergunakan uang lain-lain karena saya tahu tiga hari ke depan itu tidak akan dapat uang," jelas Umar.
Mendes di Gorontalo, Sebut Kopdes Merah Putih Permudah Akses Modal, Pinjaman Tanpa Jaminan
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih hadir sebagai solusi pembiayaan tanpa syarat memberatkan.
Dalam dialog bersama kepala desa dan lurah di Gorontalo, Selasa (17/6/2025), ia menekankan bahwa program ini tidak memerlukan jaminan dan tidak terkendala BI checking.
“Satu, tanpa jaminan. Kedua, tidak ada masalah BI checking,” ujar Ahmad Riza.
Menurutnya, hal ini menjadi keunggulan utama Kopdes Merah Putih dibanding koperasi pada umumnya, yang kerap mempersulit pelaku usaha desa dalam hal akses modal.
Kopdes, kata Riza, didirikan atas nama lembaga, bukan perorangan, sehingga memungkinkan fleksibilitas yang lebih luas dalam pengelolaan.
(TribunGorontalo.com/*)