Berita Viral
Gara-Gara Telur, Oknum Polisi Pukul Karyawan Warkop di Palu: 'Telur Panas Dilempar ke Muka Saya'
Kejadian berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025, di Warkop Roemah Balkot, salah satu tempat nongkrong populer di Kota Palu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Pemukulan-nbcvbcn.jpg)
Namun, setelah menjalani program tersebut dan membayar sejumlah uang, seluruh anak dari para korban dinyatakan tidak lulus.
Dari 54 peserta Bimbel, hanya satu yang lulus, dan itu pun diduga karena kemampuannya sendiri, bukan karena koneksi atau pembayaran.
Nanang mengatakan, sudah ada lima korban yang melapor.
Salah satunya N dengan total kerugian Rp1,43 miliar.
Sementara korban lain yang disebut dalam video adalah AP, N, MGS, L, dan R.
Para korban membayar antara Rp130 juta dan Rp430 juta demi anak-anaknya diterima menjadi anggota Polri.
"Dari pendalaman kami, jumlah peserta bimbel 54 orang. Kemungkinan korban lebih banyak,” ujar Nanang.
Kini keduanya telah diamankan Polda Sumatera Utara (Sumut).
Namun, pelaku tak hanya pasutri tersebut, seperti diungkap Irwasda Polda Sumut, Kombes Pol Nanang Masbudi.
Ia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian juga menangkap seorang pelaku lain bernama Susilawati Siregar (37).
Kasus ini terungkap setelah lima orang korban melapor ke Polda Sumut, yang kemudian memicu penyelidikan dan penangkapan ketiga pelaku.
"Modusnya itu membuat bimbel (bimbingan belajar) untuk persiapan calon siswa (casis) Bintara Polri dengan iming-iming agar para peserta dapat masuk melalui jalur khusus," kata Nanang.
"Alhamdulillah kami dan tim berhasil mengungkap kejadian tersebut," ujar Nanang dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Senin (10/6/2025) lalu.
"Total kerugian korban-korban tersebut Rp1,4 miliar," imbuhnya.
Nanang menjelaskan bahwa kerugian yang dialami para korban bervariasi, dengan jumlah yang dilaporkan mencapai ratusan juta rupiah.