Berita Viral

Gara-Gara Telur, Oknum Polisi Pukul Karyawan Warkop di Palu: 'Telur Panas Dilempar ke Muka Saya'

Kejadian berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025, di Warkop Roemah Balkot, salah satu tempat nongkrong populer di Kota Palu.

Editor: Minarti Mansombo
KOMPAS.COM/LAKSONO HARI W
ILUSTRASI-Seorang karyawan berinisial CV menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang perwira polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes) hanya karena persoalan telur setengah matang. Kejadian berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025, di Warkop Roemah Balkot, salah satu tempat nongkrong populer di Kota Palu. Menurut pengakuan korban, peristiwa bermula saat Kombes R memesan mie kuah dengan dua telur dicampur. 

TRIBUNGORONTALO.COM-Insiden mengejutkan terjadi di sebuah warung kopi (warkop) di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Seorang karyawan berinisial CV menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang perwira polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes) hanya karena persoalan telur setengah matang.

Kejadian berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025, di Warkop Roemah Balkot, salah satu tempat nongkrong populer di Kota Palu. Menurut pengakuan korban, peristiwa bermula saat Kombes R memesan mie kuah dengan dua telur dicampur.

Namun, karena kesalahan penyajian, telur tersebut disajikan setengah matang dan terpisah, tidak sesuai permintaan.

Ternyata insiden pemukulan dipicu oleh persoalan sepele.

Yakni telur setengah matang yang disajikan tak sesuai pesanan.

Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Hari ini 17 Juni 2025: Cinta, Karier hingga Keuangan

Korban berinisial CV mengaku awalnya menerima pesanan dari Kombes R.

Kombes R lalu meminta mie kuah dengan dua telur dicampur ke dalam mangkuk.

Namun, karena kesalahan penyajian, insiden tak terduga terjadi.

"Saya dilempari telur pesanannya yang setengah matang dan masih panas ke wajah saya dan mengenai mata," ungkap CV.

Tak hanya itu, CV juga menyebut dirinya mendapat pukulan dari oknum perwira polisi tersebut di depan pelanggan lain.

Pihak warung kopi tempat CV bekerja langsung mengambil sikap tegas.

Mereka mem-blacklist oknum polisi tersebut dari tempat usaha mereka.

Sementara itu, hingga Senin (16/6/2025), belum ada pernyataan resmi dari Polda Sulawesi Tengah.

Meskipun, insiden tersebut memicu kecaman warga setempat.

Sumber: TribunJatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved