Berita Gorontalo
Update Pengusulan Aloei Saboe dan HB Jassin Sebagai Pahlawan Nasional asal Gorontalo
Setelah lebih dari dua dekade hanya memiliki satu pahlawan nasional, yakni Nani Wartabone, kini dua nama kembali diajukan, yakni Prof. Dr. Aloe Saboe
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prof-Dr-Aloei-Saboei-dan-sastrawan-legendaris-Hans-Bague-HB-Jassin-sebagai-pahlawan.jpg)
Namun, penantian tetap tak mudah. Jumlah pahlawan nasional yang ditetapkan tiap tahun tidak pasti.
“Ada yang lima, ada yang empat. Makanya tahun kemarin kita tunggu-tunggu juga,” kata Darwis.
Dengan hanya satu pahlawan nasional sejak 2003, Gorontalo merasa tertinggal dari daerah lain.
Padahal, potensi tokoh layak gelar nasional sangat banyak. Nama-nama seperti Jalaludin Tantu, Thayeb Gobel, hingga John Ario Katili, menurut Darwis, patut masuk daftar calon.
Namun ada dilema yang harus dihadapi: mengusulkan nama baru sementara dua tokoh sebelumnya belum juga mendapat pengakuan.
“Hanya saja, bagaimana kita mengusulkan yang lain sementara yang dua ini belum,” ujarnya.
Darwis menekankan, gelar pahlawan bukan semata penghargaan. Ia adalah alat edukasi, simbol identitas daerah, dan inspirasi bagi generasi muda.
“Itu juga sebagai upaya edukasi kepada generasi muda untuk mengenal sejarah yang ada di Gorontalo,” tutupnya. (*)
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
| 5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos |
|
|---|
| Jumlah Polisi Bersertifikat Tilang di Gorontalo Masih Terbatas, Polda Datangkan Tim Uji ke Daerah |
|
|---|
| Khutbah Berbasis Sains, Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo Uraikan Manfaat Medis dari Perbuatan Baik |
|
|---|
| Sampah Liar Cemari Akses Menuju RSUD Toto Gorontalo, Papan Larangan Tak Digubris |
|
|---|