Berita Viral
Sudah Setor Rp79 Juta, Tapi Gagal Terbang! Modus Licik Pasutri Travel Penipu Terbongkar
Insiden ini terungkap ketika para korban berkumpul di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Selasa, 27 Mei 2025.
TRIBUNGORONTALO.COM-Harapan puluhan jemaah untuk menapakkan kaki ke Tanah Suci pupus sudah. Sebanyak 50 orang calon peserta wisata rohani ke Mesir, Yerusalem, dan Yordania menjadi korban penipuan agen travel bodong yang dijalankan oleh pasangan suami istri berinisial LS dan HABS.
Insiden ini terungkap ketika para korban berkumpul di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Selasa, 27 Mei 2025, untuk bersiap melakukan perjalanan spiritual mereka.
Namun, setelah berjam-jam menunggu kepastian, mereka justru tidak menemukan nama mereka di daftar penumpang pesawat Qatar Airways QR6380 yang dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB.
Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengamankan pasangan suami istri berinisial LS dan HABS.
Baca juga: 4 Pemuda Ditangkap Usai Serang Warga Pakai Senapan Angin dan Sajam, Motif Balas Dendam
Mereka diduga menilap uang sebesar Rp2 M dari usaha travel berkedok wisata rohani ke tiga negara, yaitu Mesir, Yerusalem, dan Yordania.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kombes Ronald Sipayung menyebutkan, setidaknya ada 50 orang yang menjadi korban dalam kasus ini.
"Uang yang sudah dikumpulkan oleh tersangka ini kurang lebih sebanyak Rp2 miliar," ujar Kombes Ronald Sipayung dalam konferensi pers di Polresta Bandara Soetta pada Rabu (11/6/2025).
Biaya paket wisata yang ditawarkan adalah sekitar Rp49 juta per orang, dan Rp79,8 juta untuk dua orang.
Para korban telah menyetorkan uang sejak Maret 2025 kepada agen travel yang dikelola tersangka.
Mantan Kapolres Simalungun ini menjelaskan, kasus ini terungkap dari keributan di Terminal 3 Bandara Soetta pada Selasa (27/5/2025).
Sekelompok calon peserta wisata rohani diketahui tidak memiliki tiket keberangkatan dengan pesawat Qatar Airways nomor penerbangan QR6380.
Pesawat ini dijadwalkan lepas landas pukul 14.00 WIB.
"Setelah ditunggu-tunggu, ditanyakan tentang tiket dan kepastian keberangkatan, ternyata masyarakat atau korban ini tidak berangkat," kata Kombes Ronald.
"Masyarakat kemudian kami amankan, dibawa ke Polresta Bandara Soetta," lanjut dia.
Dalam penyelidikan lebih lanjut terungkap bahwa dua orang, yang merupakan pasutri, bertanggung jawab atas penipuan travel ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasus-Penipuan-vhs.jpg)