Kamis, 12 Maret 2026

Berita Internasional

Gubernur California Gugat Trump, Sebut Penyebaran Garda Nasional sebagai Ancaman Otoritarianisme

Gubernur California Gavin Newsom secara resmi menggugat Presiden AS Donald Trump pada Senin (9/6/2025).

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gubernur California Gugat Trump, Sebut Penyebaran Garda Nasional sebagai Ancaman Otoritarianisme
Kredit: Michael Koziol
DEMO LA - Anggota serikat buruh berunjuk rasa di Washington, DC, menuntut pembebasan pemimpin serikat buruh David Huerta, yang ditangkap di Los Angeles pada hari Jumat. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gubernur California Gavin Newsom secara resmi menggugat Presiden AS Donald Trump pada Senin (9/6/2025).

Hal itu ia lakukan setelah meningkatnya ketegangan akibat aksi protes terhadap razia imigrasi oleh pemerintah federal di Los Angeles.

"Kami menggugat Donald Trump. Ini adalah krisis yang direkayasa. Dia menciptakan ketakutan dan teror untuk mengambil alih milisi negara bagian dan melanggar Konstitusi AS," tulis Newsom di platform X.

Langkah hukum ini diumumkan hanya dua hari setelah Trump menandatangani memorandum yang memerintahkan pengerahan minimal 2.000 personel Garda Nasional ke wilayah Los Angeles County.

Langkah itu dilakukan menyusul bentrokan antara petugas imigrasi dengan para demonstran yang memprotes penahanan massal terhadap imigran.

Menurut Newsom, perintah tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara bagian.

"Perintah ilegal yang dia tandatangani bisa membuatnya mengirim militer ke NEGARA BAGIAN MANA SAJA SESUKANYA," ujar Newsom.

“Setiap gubernur – baik dari Partai Republik maupun Demokrat – harus menolak tindakan keterlaluan ini,” tambahnya. 

Tuduhan Menuju Otoritarianisme

“Banyak orang menyebut ini berlebihan. Tapi ini bukan,” katanya.

“Ini adalah langkah yang jelas menuju otoritarianisme yang mengancam fondasi republik kita. Kita tidak boleh membiarkannya,” ucapnya. 

Protes mulai pecah pada Jumat lalu setelah agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menahan ratusan orang di Los Angeles yang dicurigai berada di AS secara ilegal.

Pemerintah Trump menyatakan razia akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya keras terhadap imigrasi ilegal.

Namun, para kritikus menyebut ICE menyasar imigran tak berdokumen yang taat hukum dan merupakan bagian penting dari komunitas serta ekonomi lokal.

Orang yang ditangkap bukan pelaku kriminal sebagaimana dijanjikan Trump dalam kampanyenya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved