Sabtu, 7 Maret 2026

Raja Ampat

Raja Ampat Terancam, Aktivis Papua Minta Presiden Copot Bahlil dari Kursi Menteri ESDM

Julukan ini diberikan di tengah sorotan aktivitas tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang dituding merusak lingkungan.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Raja Ampat Terancam, Aktivis Papua Minta Presiden Copot Bahlil dari Kursi Menteri ESDM
ISTIMEWA
RAJA AMPAT-Aktivis Papua Minta Presiden Copot Bahlil dari Kursi Menteri ESDM. Aliansi Pemuda dan Masyarakat Papua Peduli Demokrasi secara tegas meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Bahlil dari jabatannya. Mereka menyebut Bahlil sebagai “pahlawan kesiangan” karena baru bereaksi setelah isu tambang nikel viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. 

Bahlil setop sementara aktivitas tambang PT Gag Nikel

Baca juga: Gempa Bumi Terkini dengan SR 2,5 Menguncang Sulawesi, Indonesia BMKG: Kedalaman 1oKm

Bahlil sudah menghentikan sementara kegiatan operasi PT Gag Nikel di Pulau Gag. Penghentian sementara dilakukan untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat tentang dampak pertambangan terhadap kawasan wisata di Raja Ampat.

Menurut Bahlil, PT Gag Nikel adalah satu-satunya perusahaan yang saat ini berproduksi di wilayah tersebut.

Kontrak karya (KK) perusahaan anak usaha PT Antam Tbk itu terbit pada 2017 dan mulai beroperasi setahun kemudian setelah mengantongi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Untuk memastikan seluruh prosedur dipatuhi, tim inspeksi Kementerian ESDM telah diturunkan ke lapangan.

"Izin pertambangan di Raja Ampat itu ada beberapa, mungkin ada lima. Nah, yang beroperasi sekarang itu hanya satu, yaitu PT GAG," kata Bahlil di Jakarta, Kamis (5/6/2025), dikutip dari siaran pers.

Bahlil menyebut lokasi tambang tersebut tidak berada di destinasi pariwisata di Piaynemo, Raja Ampat, tetapi berada kurang lebih 30-40 kilometer  dari destinasi wisata.

Bahlil dikepung aktivis

Sabtu pagi, (7/6/2025), Bahlil dikepung para demonstran ketika di berada di area Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya.

Dikutip dari Tribun Sorong, para demonstran adalah aktivis penolak aktivitas tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Mereka tergabung dalam Koalisi Selamatkan Alam dan Manusia Papua.

Bahlil terpaksa keluar melalui pintu belakang bandara sekitar pukul 07.02 WIT. Tindakannya itu membuat para demonstran marah dan kecewa.

Demonstran menuding Bahlil melakukan penipuan karena dia hanya menyebut satu perusahaan tambang nikel, yaitu PT Gag Nikel. Padahal, di Raja Ampat terdapat empat perusahaan besar yang beroperasi.

Baca juga: SpaceX Terancam Kehilangan Kontrak 22 Miliar Dolar Gara-Gara Elon Musk Perang Kata dengan Trump

Meski kedatangannya ditolak oleh para aktivis, Bahlil tetap melanjutkan perjalanannya ke Pulau Gag untuk meninjau tambang nikel. Dia menggunakan helikopter pada pukul 09.00 WIT untuk meninjau area tambang dan kawasan reklamasi.

 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved