Raja Ampat
Raja Ampat Terancam, Aktivis Papua Minta Presiden Copot Bahlil dari Kursi Menteri ESDM
Julukan ini diberikan di tengah sorotan aktivitas tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang dituding merusak lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Raja-Ampat-Terancam-ndga.jpg)
Bahlil setop sementara aktivitas tambang PT Gag Nikel
Baca juga: Gempa Bumi Terkini dengan SR 2,5 Menguncang Sulawesi, Indonesia BMKG: Kedalaman 1oKm
Bahlil sudah menghentikan sementara kegiatan operasi PT Gag Nikel di Pulau Gag. Penghentian sementara dilakukan untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat tentang dampak pertambangan terhadap kawasan wisata di Raja Ampat.
Menurut Bahlil, PT Gag Nikel adalah satu-satunya perusahaan yang saat ini berproduksi di wilayah tersebut.
Kontrak karya (KK) perusahaan anak usaha PT Antam Tbk itu terbit pada 2017 dan mulai beroperasi setahun kemudian setelah mengantongi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
Untuk memastikan seluruh prosedur dipatuhi, tim inspeksi Kementerian ESDM telah diturunkan ke lapangan.
"Izin pertambangan di Raja Ampat itu ada beberapa, mungkin ada lima. Nah, yang beroperasi sekarang itu hanya satu, yaitu PT GAG," kata Bahlil di Jakarta, Kamis (5/6/2025), dikutip dari siaran pers.
Bahlil menyebut lokasi tambang tersebut tidak berada di destinasi pariwisata di Piaynemo, Raja Ampat, tetapi berada kurang lebih 30-40 kilometer dari destinasi wisata.
Bahlil dikepung aktivis
Sabtu pagi, (7/6/2025), Bahlil dikepung para demonstran ketika di berada di area Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya.
Dikutip dari Tribun Sorong, para demonstran adalah aktivis penolak aktivitas tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Mereka tergabung dalam Koalisi Selamatkan Alam dan Manusia Papua.
Bahlil terpaksa keluar melalui pintu belakang bandara sekitar pukul 07.02 WIT. Tindakannya itu membuat para demonstran marah dan kecewa.
Demonstran menuding Bahlil melakukan penipuan karena dia hanya menyebut satu perusahaan tambang nikel, yaitu PT Gag Nikel. Padahal, di Raja Ampat terdapat empat perusahaan besar yang beroperasi.
Baca juga: SpaceX Terancam Kehilangan Kontrak 22 Miliar Dolar Gara-Gara Elon Musk Perang Kata dengan Trump
Meski kedatangannya ditolak oleh para aktivis, Bahlil tetap melanjutkan perjalanannya ke Pulau Gag untuk meninjau tambang nikel. Dia menggunakan helikopter pada pukul 09.00 WIT untuk meninjau area tambang dan kawasan reklamasi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com