Banjir Kota Gorontalo
Puluhan Jiwa di Kelurahan Donggala Gorontalo Terancam Kehilangan Rumah Akibat Banjir Bandang
Puluhan jiwa di Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo terancam kehilangan tempat tinggal mereka. Hal itu dikarenakan rumah mereka
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/rumah-longsor-di-donggala.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Puluhan jiwa di Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo terancam kehilangan tempat tinggal mereka.
Hal itu dikarenakan rumah mereka kebanyakan berada di kaki gunung.
Sehingganya, longsor dan banjir bandang bisa saja terjadi ketika diguyur hujan secara terus menerus.
Salah satu warga terdampak malahan langsung mengungsi saat banjir bandang pada Selasa (3/6/2025).
Baca juga: Warga Resah Kelurahan Tenilo Gorontalo Jadi Langganan Banjir dan Lumpur: Kalau Hujan Pasti Banjir
"Air dari sungai masuk ke rumah secara tiba-tiba," ujar Sahril Laiya, korban terdampak banjir bandang di Kelurahgan Donggala.
Kata Sahril, dirinya beserta anak istri langsung melarikan diri.
Mereka langsung mengungsi ke rumah tetangga yang sedikit aman.
Sedangkan barang-barangnya dibiarkan hanyut saat banjir.
Sebab, dapur rumah milik Sahril menghadap langsung ke aliran sungai, hanya tinggal berjarak beberapa meter saja.
Baca juga: H-1 Iduladha, Pedagang Ikan di TPI Tilamuta Gorontalo Banting Harga
Bahkan ia sempat membuka pintu dapur namun dengan begitu cepat air membawa sebagian barang-barang dalam rumahnya.
Kata Sahril, ini bukanlah kali pertama kejadian. Namun banjir kemarin menurutnya adalah yang terparah.
"Yang pertama tidak begini parah, yang kemarin ini agak parah pak," pungkasnya.
Selain itu, Amsar Laiya warga lainnya berharap ke pemerintah untuk segera dibangun tanggul darurat.
Tanggul darurat tersebut diharapkan sebagai penahan ketika banjir datang.
Baca juga: Masjid Agung Baiturrahman Limboto Siapkan 11 Sapi Kurban dan 1.500 Kupon untuk Warga
Kata Amsar, rumahnya masuk dalam kawasan yang rawan dengan banjir susulan sehingga ia berharap ada tindakan perbaikan tanggul.
"Untuk tanggul harus segera dilaksanakan," ujar Amsar Laiya penuh harap, Rabu (4/6/2025).
Banjir bandang kali ini bukanlah hal yang pertama, insiden serupa juga pernah terjadi beberapa bulan belakangan namun dampaknya tidak separah saat ini.
Rumah-rumah ini berada di bantaran kali mati itu ada yang nyaris ambruk khsususnya bagian belakang dan samping rumah.
Baca juga: Dua Mobil Honda CRV Milik DPRD Provinsi Gorontalo Bakal Dilelang
Meski tak sampai ada yang ambruk total, namun warga khawatir dengan banjir susulan.
Adapun tanggul yang menjadi harapan terakhir, turut jebol akibat tergerus banjir bandang.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.