Minggu, 22 Maret 2026

Berita Viral

Viral Siswa Gadaikan HP untuk Bayar Uang Ujian Praktik, Dinas Pendidikan Riau Turun Tangan

Demi bisa ikut ujian, siswa di Riau terpaksa gadaikan HP. Sebab, jika tak mampu membayar ujian praktik, maka siswa tak bisa ikut ujian.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Viral Siswa Gadaikan HP untuk Bayar  Uang Ujian Praktik, Dinas Pendidikan Riau Turun Tangan
KOMPAS.COM/Dok. SMK Negeri 1 Bangun Purba
GADAI HP - Pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait seorang siswa yang yak bisa ikut ujian karena belum bayar uang praktek, di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Senin (2/6/2025). Rohul, salah satu siswa yang tak bisa ikut ujian gara-gara belum bayar 

Kendati demikian, pihaknya menyampaikan permohonan atas kejadian tersebut.

Baca juga: Kecanduan Judi Online! Pegawai Bank di Jambi Bobol 25 Rekening Nasabah hingga Rp7,1 Miliar

Beberapa aturan sekolah belakangan ini memang menjadi perbincangan, seperti satu ini.

Curhatan siswa terpaksa bangun subuh karena jam masuk sekolah lebih pagi yakni pukul 06.00 tengah menjadi sorotan.

Ya, kebijakan masuk sekolah pukul 06.00 WIB menuai beragam tanggapan dari siswa dan orang tua di Karawang. 

Sebagian mendukung karena telah terbiasa, namun tak sedikit yang mengaku kerepotan.

Nabila, siswi salah satu SMA di Karawang, mengaku masih kesulitan jika harus masuk pukul 06.00 WIB.

Pasalnya, jarak antara rumah dan sekolah sekitar 10 kilometer, sementara ia harus berangkat bersamaan dengan orang tuanya.

“Jadi saya biasa berangkat pukul 06.30 WIB. Meskipun siap pukul 05.00 WIB, tapi menunggu ibu masak dan sarapan,” kata Nabila, Selasa (3/6/2025), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Obat Herbal Palsu Ancam Nyawa! BPOM Ungkap 15 Produk Mengandung Bahan Kimia Obat

Menurut Nabila, saat jam masuk sekolah masih pukul 07.00 WIB pun banyak teman-temannya yang datang terlambat. 

Ia menilai akan lebih sulit jika harus datang lebih pagi.

Senada, Wahid (35), salah satu wali murid, juga menolak jika siswa masuk sekolah pukul 06.00 WIB.

Putranya yang masih duduk di bangku sekolah dasar masih harus diantar karena rute yang dilewati cukup sulit.

“Waktu tempuh sekitar 15 menit karena melewati irigasi dan jalur macet jika jam berangkat kerja,” ujar Wahid.

Wahid biasanya mengantar anaknya sembari berangkat kerja.

Menurutnya, jika anak harus masuk lebih pagi, maka akan merepotkan seluruh aktivitas pagi keluarga.

Baca juga: Dari Tutor Jadi Pasangan Hidup: Kisah Cinta Viral Bule Belgia dan Pemuda Lombok Timur

Sumber: TribunJatim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved