Berita Viral
Viral Siswa Gadaikan HP untuk Bayar Uang Ujian Praktik, Dinas Pendidikan Riau Turun Tangan
Demi bisa ikut ujian, siswa di Riau terpaksa gadaikan HP. Sebab, jika tak mampu membayar ujian praktik, maka siswa tak bisa ikut ujian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SMKN-1-riau.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Demi bisa ikut ujian, siswa di Riau terpaksa gadaikan HP.
Sebab, jika tak mampu membayar maka siswa tak bisa ikut ujian.
Melihat hal ini, Dinas Pendidikan Riau pun langsung turun tangan dan memecat kepala sekolahnya.
Dilansir dari TribunJatim.com, kejadian ini terjadi di SMK Negeri 1 Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau.
Seorang siswa bercerita terkait nasibnya tak bisa ikut ujian praktik.
Baca juga: Bantuan Rp600 Ribu Cair Mulai Besok 5 Juni, Berikut Syarat dan Cara Cek Penerima BSU 2025
Bukan karena nilai atau persyaratan administrasi, tapi semata-mata hanya karena siswa tersebut belum membayar uang ujian praktek sebesar Rp 240 ribu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, langsung mengambil tindakan dengan mencopot Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Bangun Purba, Habibi.
"Ya, Plh kepala sekolahnya kami copot," ucap Erisman kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (3/6/2026).
Erisman menegaskan tidak ada regulasi yang membolehkan sekolah melakukan pungutan terhadap peserta didik.
Sebab, pemerintah telah menyalurkan sejumlah bantuan keuangan, salah satunya dana BOS alias dana operasional sekolah.
"Sekolah sudah mendapat bantuan, kenapa masih membebani siswa. Jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini," ucap Erisman.
Baca juga: Sadis! Suami Siram Istri Pakai Air Keras, Korban Malah Dihantui Tagihan Rumah Sakit Rp357 Juta
Pihaknya juga menurunkan tim ke Rohul untuk menggali fakta yang dialami oleh siswa tersebut.
Diberitakan sebelumnya, seorang siswa kelas satu SMK Negeri 1 Bangun Purba di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, tidak bisa ikut ujian lantaran belum membayar uang praktik, Senin (2/6/2026).
Siswa berinisial RL terpaksa menggadaikan handphone-nya untuk membayar uang praktik agar bisa ikut ujian.
Abang kandung Resta, Arles Lubis, saat dikonfirmasi Kompas.com, membenarkan persoalan ini.