Human Interest Story
Cuma Modal Rp300 Ribu, Mohamad Aan Koi Raup Omzet Jutaan Rupia dari Kedai Kopi Pinggir Jalan!
Merantau ke Kota Gorontalo demi melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, Aan tak hanya fokus kuliah. Usaha tersebut ia rintis pada Februari 2024
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kisah-inspiratif-Mohamad-Aan-Koi.jpg)
"Biasanya yang nongkrong anak-anak muda kadang suami istri yang suka kopi," kata Aan.
Aan tidak hanya menjual sendiri, ia dibantu oleh temannya Suban Goma dan satu orang pemilik lahan.
Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kopi seharga Rp8 ribu hingga Rp15 ribu, minuman non-kopi seharga Rp15 ribu, serta makanan ringan antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.
Cartel Coffee buka setiap hari mulai pukul 18.30 Wita hingga 04.00 Wita, menjadikannya tempat nongkrong favorit bagi warga yang ingin menikmati kopi malam hari.
Meski usahanya masih menghadapi tantangan seperti cuaca dan keterbatasan penerangan karena konsep outdoor, Aan tetap semangat menjalankan Cartel Coffee.
Hingga kini, ia belum menerima bantuan dari pemerintah, namun hal itu tak menyurutkan semangatnya.
“Saya yakin perlahan semua bisa dibenahi. Yang penting tetap konsisten,” tegasnya.
Kisah Aan menjadi inspirasi bagi banyak anak muda, bahwa dengan keberanian, kerja keras, dan ketekunan, mimpi bisa diwujudkan meski hanya berawal dari modal Rp300 ribu. (*)