Human Interest Story
Cuma Modal Rp300 Ribu, Mohamad Aan Koi Raup Omzet Jutaan Rupia dari Kedai Kopi Pinggir Jalan!
Merantau ke Kota Gorontalo demi melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, Aan tak hanya fokus kuliah. Usaha tersebut ia rintis pada Februari 2024
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kisah-inspiratif-Mohamad-Aan-Koi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Berawal dari tekad dan modal pas-pasan, Mohamad Aan Koi (23), pemuda asal Desa Bakida, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses.
Merantau ke Kota Gorontalo demi melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, Aan tak hanya fokus kuliah.
Ia juga memberanikan diri membuka usaha kopi dengan modal awal hanya Rp300 ribu.
Usaha tersebut ia rintis pada Februari 2024, bermodalkan ajakan dari seorang teman dan semangat sebagai seorang perantau.
"Awalnya diminta teman untuk buka usaha karena kan saya perantau, maka saya beranikan diri buka usaha kopi," ungkapnya kepada Tribun Gorontalo, Jumat malam (30/5/2025).
Baca juga: Bandung Diguncang Gempa Bumi Sabtu Siang Ini 31 Mei 2025, Ini Info Detil BMKG
Baca juga: Seluruh Calon Jemaah Haji Furoda Gorontalo Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini
Waktu itu Aan hanya punya uang Rp300 ribu, baru bisa buat kursi.
"Jadi pertama baru buat kursi ukuran 40X60," ujarnya.
Demi mewujudkan mimpinya, Aan bekerja sampingan untuk menambah modal. Sedikit demi sedikit, ia membeli peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
Seiring berjalannya waktu, berkat dari kerja kerasnya, kini usahanya semakin maju.Dan dari hasil dari usaha kopinya, Aan kini bisa membayar biaya kuliah dan membantu keluarga di kampung.
"Alhamdulillah, sekarang SPP dan urusan kampus yang saya jalani bisa ditunjang lah," jelasnya.
Usaha kopi miliknya diberi nama Cartel Coffee, yang diambil dari buku yang pernah ia baca. Bagi Aan, kata "Cartel" memiliki makna komitmen, konsistensi, dan jiwa berdagang.
Meskipun hanya berlokasi di trotoar depan Grand Palace Convention Center (GPCC), Cartel Coffee berhasil menarik perhatian banyak pelanggan, mulai dari mahasiswa hingga pasangan muda. Konsepnya yang sederhana dan racikan kopi khas menjadi daya tarik tersendiri.
“Alhamdulillah sekarang saya bisa bayar SPP kuliah dan bantu keluarga di kampung,” ungkap Aan.
Dalam sehari, omset yang diperoleh Aan berkisar antara Rp300 ribu dan maksimal Rp1 juta.
Kopinya ini sering laris manis, racikan kopi Aan sangat disukai mahasiswa dan pecinta kopi lainnya karena cita rasanya unik dan campurannya menghangatkan.
Baca juga: Promo JSM Indomaret dan Alfamart Hari ini Sabtu 31 Mei 2025, Ada Minyak Goreng 2L Rp33.500
"Biasanya yang nongkrong anak-anak muda kadang suami istri yang suka kopi," kata Aan.
Aan tidak hanya menjual sendiri, ia dibantu oleh temannya Suban Goma dan satu orang pemilik lahan.
Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kopi seharga Rp8 ribu hingga Rp15 ribu, minuman non-kopi seharga Rp15 ribu, serta makanan ringan antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.
Cartel Coffee buka setiap hari mulai pukul 18.30 Wita hingga 04.00 Wita, menjadikannya tempat nongkrong favorit bagi warga yang ingin menikmati kopi malam hari.
Meski usahanya masih menghadapi tantangan seperti cuaca dan keterbatasan penerangan karena konsep outdoor, Aan tetap semangat menjalankan Cartel Coffee.
Hingga kini, ia belum menerima bantuan dari pemerintah, namun hal itu tak menyurutkan semangatnya.
“Saya yakin perlahan semua bisa dibenahi. Yang penting tetap konsisten,” tegasnya.
Kisah Aan menjadi inspirasi bagi banyak anak muda, bahwa dengan keberanian, kerja keras, dan ketekunan, mimpi bisa diwujudkan meski hanya berawal dari modal Rp300 ribu. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.