Berita Kota Gorontalo

Razia Kos Gorontalo, Seorang Pria Terciduk Sembunyi di Lemari Demi Hindari Petugas

Aksi kucing-kucingan terjadi saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Gorontalo menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) pada Rabu malam (2

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
Photo By Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
RAZIA DI KOTA GORONTALO–Sejumlah pasangan bukan suami istri diamankan Satpol–PP Kota Gorontalo, Rabu malam (28/5/2025). Photo By Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Aksi kucing-kucingan terjadi saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Gorontalo menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) pada Rabu malam (28/5/2025).

Di salah satu indekos, petugas mendapati seorang pria bersembunyi di dalam lemari kamar kos seorang wanita.

Humas Satpol-PP Kota Gorontalo, Nurdiansyah Mantali, mengungkapkan kejadian unik tersebut kepada Tribun Gorontalo usai melakukan penertiban.

"Dari operasi kita tadi ada yang sempat bersembunyi di dalam lemari, seorang laki-laki," ujarnya.

Nurdiansyah menjelaskan, saat petugas melakukan pemeriksaan rutin di sebuah kamar kos, mereka mendapati seorang wanita di dalamnya.

Namun, kejelian salah satu anggota Satpol-PP membuatnya curiga dengan kondisi lemari di kamar tersebut.

Betapa terkejutnya petugas saat membuka lemari dan menemukan seorang pria bersembunyi di dalamnya.

"Setelah anggota kita cek ternyata ada orang di dalam lemari," jelasnya.

Proses penertiban pasangan bukan suami istri ini sempat memakan waktu lebih lama karena keduanya berusaha memberikan berbagai alasan sebagai bentuk pembelaan diri.

"Pemeriksaan itu sedikit lama, karena ada sedikit drama di dalam kos," terang Nurdiansyah.

Lebih lanjut, Nurdiansyah mengungkapkan bahwa kedua individu tersebut berstatus mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Gorontalo.

"Iya mereka berdua ini adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi," katanya.

Diketahui, keduanya bukan merupakan warga asli Kota Gorontalo, melainkan berasal dari Sulawesi Utara dan tinggal di kos tersebut.

"Keduanya berasal dari Sulawesi Utara, jadi mereka belum mengetahui aturan yang berlaku di Kota Gorontalo," ujar Nurdiansyah.

Akhirnya, pasangan mahasiswa "kucing-kucingan" ini digelandang ke Kantor Satpol-PP Kota Gorontalo untuk mendapatkan pembinaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved