Berita Internasional
Alasan Elon Musk Mundur dari Jabatan Penasihat Utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Elon Musk dikabarkan mundur dari jabatan penasihat utama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Elon-Musk-dan-Donald-Trump.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Elon Musk dikabarkan mundur dari jabatan penasihat utama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Keputusan ini resmi dikonfirmasi langsung oleh Elon Musk melalui unggahan di situs media sosial miliknya, X atau dikenal Twitter, pada Kamis (29/5/2025) WIB.
Selama berkiprah di pemerintahan Trump, Elon Musk diwarnai gejolak seperti ribuan PHK hingga kebijakan kontroversial lainnya.
Melansir pemberitaaan KompasTV, Kamis (29/5), berikut fakta-fakta seputar pengunduran diri Elon Musk dari pemerintahan Donald Trump.
Pangkas Pengeluaran
Selama menjabat di pemerintahan Trump di Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), Musk terus memangkas pengeluaran secara drastis, dari 2 triliun dolar AS menjadi 1 triliun, kemudian menjadi 150 miliar.
Namun ide ini mendapat penolakan dan ia semakin menunjukkan rasa frustrasi atas hal itu.
Kadang-kadang ia berselisih dengan para anggota senior pemerintahan Trump lainnya, yang merasa kesal dengan upaya pendatang baru tersebut dalam mengubah departemen mereka.
Musk pun menghadapi reaksi politik yang keras atas upaya efisiensi tersebut.
Jabatan Sementara
Namun, jabatan Musk di pemerintahan Trump memang selalu dimaksudkan untuk sementara.
Baru-baru ini, ia pun memberi isyarat akan kembali menjalankan bisnisnya dalam produksi mobil listrik Tesla dan perusahaan roket SpaceX.
Sebelumnya memang tidak pernah diketahui kapan jabatan sementara Musk akan berakhir.
Tiba-tiba ia mengungkapkan akan mengundurkan diri dalam sebuah unggahan di X, situs web media sosial miliknya.
“Karena waktu yang dijadwalkan untuk saya sebagai Pegawai Pemerintah Khusus akan segera berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden @realDonaldTrump atas kesempatan untuk mengurangi pemborosan pengeluaran,” tulisnya di X, Kamis WIB.
“Misi @DOGE hanya akan semakin kuat seiring berjalannya waktu karena menjadi cara hidup di seluruh pemerintahan,” tambahnya.
Seorang pejabat Gedung Putih yang berbicara secara anonim mengonfirmasi kepergian Musk.
Mengaku Kecewa
Musk mengumumkan keputusannya satu hari setelah CBS merilis sebagian wawancara di mana ia mengkritik inti dari agenda legislatif Trump. Ia mengaku "kecewa" dengan kebijakan Trump tersebut.
Undang-undang tersebut mencakup campuran antara pemotongan pajak dan peningkatan penegakan hukum imigrasi.
Musk menggambarkannya sebagai "RUU pengeluaran besar-besaran" yang meningkatkan defisit pemerintah dan merusak kinerja DOGE yang dipimpinnya.
"Saya pikir RUU bisa besar atau bisa juga indah," kata Musk.
"Tetapi saya tidak tahu apakah bisa keduanya," ujarnya, seperti dikutip dari The Associated Press.
Trump, yang berbicara di Ruang Oval pada Rabu, membela keputusannya sendiri tentang RUU tersebut. Ia menyebutkan tentang politik rumit yang terjadi dalam negosiasi RUU tersebut.
"Saya tidak senang dengan aspek-aspek tertentu darinya, tetapi saya senang dengan aspek-aspek lainnya," katanya.
Trump juga mengatakan lebih banyak perubahan akan dapat dilakukan.
"Kita akan lihat apa yang terjadi," katanya.
"Masih ada jalan yang harus ditempuh."
Partai Republik baru-baru ini meloloskan langkah tersebut melalui DPR dan sedang membahasnya di Senat. Kekhawatiran Musk juga dirasakan beberapa anggota parlemen Republik.
"Saya bersimpati dengan Elon yang putus asa," kata Senator Wisconsin Ron Johnson.
Berbicara di acara Milwaukee Press Club pada Rabu, Johnson menambahkan, ia cukup yakin ada banyak tentangan untuk memperlambat proses ini hingga presiden serius untuk mengurangi pengeluaran.
Ia mengatakan tidak ada tekanan yang dapat diberikan Trump kepadanya untuk mengubah posisinya.
Baca juga: Bongkar Korupsi di Baznaz Jabar, Tri Yanto Malah Jadi Tersangka
Curhat soal Bekerja di Pemerintahan
Dalam wawancara di beberapa media sebelumnya, Musk terkadang tampak malu dengan pengalamannya bekerja di pemerintahan.
"Situasi birokrasi federal jauh lebih buruk daripada yang saya sadari," katanya kepada The Washington Post.
"Saya pikir ada masalah, tetapi itu benar-benar perjuangan berat untuk mencoba memperbaiki keadaan di D.C., paling tidak begitu," ujarnya.
Dia juga baru-baru ini mengatakan akan mengurangi sumbangannya untuk politik, karena "Saya pikir saya sudah melakukan cukup banyak."
Musk sebelumnya sangat bersemangat dengan adanya kesempatan untuk mengubah dan merombak ulang Washington.
Ia menggelontorkan dana sedikitnya 250 juta dolar AS untuk mendukung pencalonan Trump.
Selain itu, dia mendukung Trump dengan mengenakan topi kampanye di Gedung Putih dan mengadakan kampanye.
Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul Fakta-Fakta Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.