Berita Viral

Dedi Mulyadi Kembali Alami Teror, Rumah Gubernur Jabar Dikirim Ular Berbisa

Dedy Mulyadi kembali mengalami teror. Rumah Gubernur Jawa Barat itu dikirimi ular berbisa.

Editor: Fadri Kidjab
tribunjabar.id / Hilman Kamaludin
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di Rindam III Siliwangi, Jumat (2/5/2025). Rumah Dedi Mulyadi dikirimi ular berbisa 

TRIBUNGORONTALO.COM – Dedy Mulyadi kembali mengalami teror. Rumah Gubernur Jawa Barat itu dikirimi ular berbisa.

Melansir dari Kompas.com, Rabu (28/5/2025), pelaku diduga merupakan pemelihara ular.

Dedy Mulyadi pun telah menegur keras kepada terduga pelaku melalui akun instagram pribadinya beberapa waktu lalu.

“Buat para penggemar dan yang suka pelihara ular kobra, kan saya sudah minta pertama: gak boleh jadi bahan atraksi dan candaan. Apalagi kamu candanya sudah berlebihan,” ujar Dedi dalam pernyataannya seperti dikutip TribunGorontalo.com, Rabu.

Dedi mengaku, ini merupakan kali kedua ular king kobra dikirim dan diletakkan di gerbang pintu rumahnya.

Ia tidak menyebut identitas pelaku, tetapi memberikan peringatan keras agar kejadian serupa tidak terulang kembali. 

“Sudah kedua kalinya kamu kirim ular king kobra ke gerbang pintu rumah saya. Jangan dong. Nanti yang ketiganya kamu apes, ketangkep loh,” ujarnya.

Profil Dedi Mulyadi

Dilansir TribunGorontalo.com dari Kompas.com,  Dedi Mulyadi lahir pada 11 April 1971.

Ayah Dedi, Ahmad Suryana, adalah purnawirawan tentara dengan pangkat terakhir prajurit kader. 

Sang ayah hanya bisa berkarya di kemiliteran sampai usia 28 tahun karena sakit, diduga diracun mata-mata Belanda.

Suryana kemudian bekerja di perkebunan, itu pun tak lama karena ia tak ingin bersekongkol menjual pupuk secara ilegal. 

Sejak saat itu, ibu Dedi, Karsiti, yang mengambil alih tanggung jawab mencari nafkah. Dari mulai jadi kuli tandur sampai nyangkul.  

Dedi kecil terbiasa makan sederhana. Ikan asin adalah menu istimewa yang hanya bisa dinikmati pada tanggal 1-5 kalender muda. Selebihnya ia akan kembali makan dengan garam. 

“Garam dikasih bawang, terus disimpan di toples. Makanan ini yang dibagikan pada sembilan anak. Terkadang malam hari saya diajak cari belalang untuk teman nasi,” tuturnya kepada Kompas.com.

Baca juga: Fakta-fakta Pengendara Tewas Dilindas Truk di Boalemo Gorontalo, Hartono Mopangga Gagal Manuver

Jualan Es Mambo dan Kuli Angkut

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved