Ramadan 2026

Tak Ada Libur Panjang, Ini Jadwal Pembelajaran Siswa Selama Ramadan 2026

Para siswa sekolah dipastikan tetap akan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh selama bulan suci Ramadan 1447 H

Editor: Fadri Kidjab
Freepik
JADWAL PEMBELAJARAN -- Ilustrasi siswa SD. Simak jadwal pembelajaran sekolah selama Ramadan 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah memastikan tidak ada libur panjang selama Ramadan 1447 H. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan penyesuaian fokus pada penguatan karakter, iman, dan sesuai keyakinan masing-masing
  • Pembelajaran diisi dengan kegiatan spiritual seperti pesantren kilat dan tadarus bagi Muslim, serta bimbingan rohani bagi non-Muslim
  • Skema pembelajaran diatur menjadi tiga tahap: pembelajaran luar sekolah, tatap muka, dan libur pasca-Ramadan/Idul Fitri

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Para siswa sekolah dipastikan tetap akan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pemerintah telah menetapkan bahwa tidak ada libur panjang dalam kalender pendidikan selama bulan puasa, melainkan fokus pada penyesuaian materi pembelajaran.

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa kegiatan sekolah selama Ramadan 2026 justru menjadi momentum strategis untuk memperkuat karakter siswa. 

Alih-alih meliburkan siswa, pemerintah mengarahkan satuan pendidikan untuk memaksimalkan pembinaan iman, takwa, dan akhlak mulia.

“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu, pembelajaran tetap berjalan dan diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial,” ujar Pratikno di Jakarta seperti dilansir dari Tribunnews.com, Senin (9/2/2026).

Keputusan mengenai skema pembelajaran ini dihasilkan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kemenko PMK pada Kamis (5/2/2026). 

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa rutinitas akademik akan berjalan beriringan dengan kegiatan religius.

Pemerintah mendorong sekolah untuk melakukan penguatan materi keagamaan yang disesuaikan dengan agama masing-masing peserta didik agar suasana Ramadan tetap terasa meski kegiatan belajar tetap padat.

Bagi murid beragama Islam, aktivitas di sekolah akan diisi dengan kegiatan seperti tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta pembiasaan positif lainnya yang mendukung penguatan spiritualitas.

Sementara itu, bagi murid yang beragama non-Islam, pihak sekolah diinstruksikan untuk memfasilitasi bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan mereka, sehingga azas inklusivitas tetap terjaga.

Selain aspek religi, pembelajaran selama Ramadan 2026 juga dirancang untuk mengasah empati siswa melalui berbagai kegiatan sosial edukatif. Para siswa akan diajak terlibat langsung dalam aksi nyata di lingkungan sekolah.

Kegiatan sosial tersebut meliputi pembagian takjil, penyaluran zakat, santunan, hingga kompetisi keagamaan seperti lomba adzan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dan cerdas cermat.

"Kita ingin anak-anak belajar empati dan gotong royong. Ramadan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk gerakan satu jam tanpa gawai agar mereka lebih fokus pada nilai-nilai positif," pungkas Pratikno.

Adapun hasil rapat menyepakati skema pembelajaran selama Bulan Ramadan 2026 sebagai berikut: 

  • Pembelajaran di luar satuan pendidikan pada 18 hingga 20 Februari 2026
  • Pembelajaran tatap muka pada 23 Februari hingga 16 Maret 2026
  • Libur pasca-Ramadan pada 23 hingga 27 Maret 2026.

Baca juga: Segera Cek NIK! Bansos PKH dan BPNT 2026 Tahap Pertama Mulai Disalurkan Kemensos

Jadwal Libur Semester Genap di Gorontalo (Januari–Juni 2026)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved