Rabu, 18 Maret 2026

Berita Politik Gorontalo

Rusli Habibie Berpeluang Aklamasi Pimpin Golkar Gorontalo Lagi? Mayoritas DPD II Beri Dukungan Bulat

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda), nama Rusli Habibie mencuat kuat sebagai calon tunggal Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Rusli Habibie Berpeluang Aklamasi Pimpin Golkar Gorontalo Lagi? Mayoritas DPD II Beri Dukungan Bulat
HMS
AKLAMASI DI DEPAN MATA - Rusli Habibie Diprediksi Kembali Pimpin Golkar Gorontalo, Dukungan DPD II Bulat. 

Rusli Habibie sendiri bukan nama baru di Golkar Gorontalo. Ia memiliki rekam jejak panjang di partai berlambang pohon beringin itu, mulai dari Bendahara DPD I, Wakil Ketua, hingga menjadi Ketua DPD I sejak 2009 hingga saat ini.

Dengan dukungan kuat dari DPD II dan pengalaman panjangnya, Rusli Habibie diprediksi akan kembali memimpin Golkar Gorontalo.

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan DPP Partai Golkar.

Profil Rusli Habibie

Rusli Habibie lahir di Gorontalo pada 6 Juni 1963. Ia dikenal sebagai seorang politikus senior dari Partai Golongan Karya (Golkar) yang telah memegang jabatan strategis di Provinsi Gorontalo.

Karier politiknya dimulai saat ia terpilih sebagai Bupati Gorontalo Utara pada periode 2008–2012.

Keberhasilannya di tingkat kabupaten mengantarkannya menjadi Gubernur Gorontalo selama dua periode, yaitu dari tahun 2012 hingga 2022.

Rusli berasal dari keluarga sederhana. Ia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara, lahir dari pasangan Hamzah Habibie, seorang guru dan petani, dan Marie Sidiki.

Masa kecilnya dihabiskan di Gorontalo, tempat ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Tamalate. 

Meski dikenal cukup bandel semasa sekolah dasar, ia justru sering dipercaya menjadi ketua kelas karena kedisiplinannya. Pendidikan lanjutnya dilanjutkan di SMP Negeri Kabila dan kemudian di SMA Tri Dharma Gorontalo.

Setelah menyelesaikan SMA, Rusli sempat bercita-cita menjadi anggota TNI-Polri dengan mengikuti seleksi masuk AKABRI, namun gagal dua kali.

Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung pada tahun 1984, dan menetap di rumah pamannya, B.J. Habibie, yang kala itu menjabat Menteri Riset dan Teknologi.

Rusli berhasil meraih gelar Doktorandus pada tahun 1992, lalu melanjutkan studi pascasarjana di bidang Ilmu Administrasi di STIA LAN Makassar dan memperoleh gelar Magister Administrasi Publik pada tahun 2011.

Sebelum terjun ke dunia politik, Rusli mengawali kariernya sebagai karyawan di PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Bandung pada tahun 1992 hingga 1998.

Ia kemudian berwirausaha dan mendirikan PT Cahaya Mandiri Persada, di mana ia menjabat sebagai Direktur Utama hingga tahun 2008.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved