Human Interest Story
Agustina Abas, Mantan Bidan di Gorontalo Sukses Menyulap Lapak Kecil Jadi Kedai Es Viral
Ibu satu anak kini dikenal sebagai pemilik Kedai Wan Alif, sebuah UMKM minuman segar yang tengah naik daun di Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Agustina-Abas.jpg)
Lambat laun, permintaan pelanggan pun meningkat.
Melihat animo tersebut, Agustina mulai menambah varian menu hingga kini tersedia 6 jenis es, yakni es teler, es alpukat, es durian, es brenebon, es kacang tanah, serta es alpucok.
Harga jualnya pun tergolong terjangkau, mulai dari Rp8.000 - Rp15.000 per porsi, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Keunikan dan rasa khas dari es buatannya menarik perhatian banyak orang, termasuk seorang konten kreator yang secara tidak sengaja mampir dan mengulas kedai sederhana ini.
Sejak saat itu, Kedai Wan Alif viral dan dikenal luas oleh masyarakat Gorontalo.
Kini, setiap harinya, sedikitnya 20 pelanggan datang dari berbagai daerah, termasuk Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.
Bahkan di hari-hari ramai, jumlah pembeli bisa berkali lipat.
Popularitas ini juga membuka pintu kolaborasi yang lebih luas.
Saat ini, Agustina telah menjalin kerja sama dengan Lapas Gorontalo, dengan pengiriman rutin sebanyak 50 cup es per minggu.
Tak hanya berhenti pada penjualan es, Agustina juga mulai melebarkan usaha ke penjualan makanan, meskipun minuman segar masih menjadi primadona di kedainya.
Sosok Agustina merupakan mantan seorang bidan yang memutuskan untuk berhenti dan fokus membesarkan usahanya.
Sebagai seorang istri dan ibu, Agustina ingin turut ambil bagian dalam membantu perekonomian keluarga.
Ia tak ingin semua beban hanya dipikul sang suami.
“Saya ingin ikut memberi nafkah untuk keluarga, agar semuanya bisa sama-sama ringan,” ujarnya.
Namun, tantangan dalam dunia berusaha tetaplah ada.
Salah satu masalah utama yang dihadapi Agustina adalah pasokan buah-buahan segar.
"Stok buah di toko-toko kadang tidak menentu, dan jika membeli dalam jumlah banyak, ada risiko buah menjadi busuk, kecuali untuk buah durian yang masih bisa disimpan dalam freezer," tutupnya.
Namun, meskipun begitu, Agustina tetap melebarkan usahanya.(*)
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Human Interest Story
TribunHIS
Agustina Abas
bidan
Kedai Wan Alif
Gorontalo
TribunGorontalo.com
TribunUMKM
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|