Berita Nasional

Masyarakat Indonesia Didorong Untuk Gunakan E-Sim, Menkomdigi: Demi Hindari Spam Calling

Indonesia disebut sebagai negara dengan jumlah spam calling tertinggi. Sehingga pemerintah mendorong penggunaan e-Sim

Editor: Prailla Libriana Karauwan
Canva
ILUSTRASI ESIM - Ilustrasi eSIM. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengimbau masyarakat untuk mulai beralih dari penggunaan kartu SIM fisik ke teknologi eSIM. Hal itu dilakuakn untuk mengurangi angka spam calling di Indonesia 

Ini merupakan layanan atau fitur terbaru telkomsel. Keuntungannya, pengguna tidak perlu resah dengan pesan spam dari nomor yang tidak dikenal.

Sayangnya, fitur tersebut tidaklah gratis, melainkan bayar. Harganya Rp 8,8 ribu per bulan atau 2,2 ribu per 7 hari. 

Baca juga: BREAKING NEWS: 6 Kepala Desa di Gorontalo Utara Jadi Tersangka Kasus Money Politic PSU Pilkada

Sontak, cuitan itu mendapat komentar buruk dari netizen twitter. Sebab, fitur itu mestinya jadi layanan wajib yang disediakan telkomsel. 

Netizen kecewa dengan fitur yang mestinya disediakan cuma-cuma dan menjadi hak pelanggan secara gratis.

Cuitan twitter akun Telkomsel itu telah dihapus, namun sempat dibagikan ulang oleh akun twitter @txtfrombrand.

“Apa yang mau lu harapin dari provider pelit yang bikin paket lu makin mahal?” tulis Silverash dalam balasan tweet di @txtfrombrand tersebut.

Sementara akun Nomor15 menulis,”Permisi @telkomsel, seharusnya ini adalah tanggungjawab kalian untuk jaminan data provasi pelanggan bukan di cuaninnn…. Lo kira enak pada ditelepon asuransi ama scammer?”. 

Saat ini belum ada tanggapan dari Telkomsel terkait fitur tersebut. Namun TribunGorontalo.com masih mencoba menghubungi Telkomsel Gorontalo.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved