Berita Haji Gorontalo
Koper Calon Jemaah Haji Gorontalo Mulai Masuk Asrama, Berat Dibatasi 32 Kg
Suasana Asrama Haji Gorontalo mulai dipadati para jemaah haji asal Provinsi Gorontalo sejak Jumat (16/5/2025) pagi.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JAMAAH-HAJI-Suasana-pengantaran-koper-jamaah-haji-Gorontalo.jpg)
“Kalau ada barang tidak sesuai ketentuan, dan terdeteksi saat X-ray, maka barang tersebut akan disita,” tegas Mansur.
Namun sejauh ini, ia mengklaim bahwa selama 18 tahun Gorontalo menjadi embarkasi haji, belum pernah ditemukan barang terlarang dalam koper jemaah.
Kendati begitu, temuan minor seperti makanan yang tidak dikemas dengan aman tetap ada.
“Kalau ada makanan yang kemasannya tidak aman, biasanya hanya diminta untuk dikemas ulang (repacking),” tambahnya.
Selain koper, barang lain yang masuk dalam bagasi seperti kursi roda milik jemaah juga mulai dikumpulkan hari ini dan akan ditimbang besok.
Setelah proses penimbangan selesai, panitia akan menyusun berita acara dan menyerahkannya kepada pihak bandara serta maskapai penerbangan yang akan membawa jemaah ke Tanah Suci, yakni Garuda Indonesia.
Berat maksimal koper jemaah untuk penerbangan internasional ditetapkan sebesar 32 kilogram.
Untuk menghindari koper tertukar, Kemenag telah menginstruksikan agar setiap koper ditempeli identitas lengkap jemaah.
Identitas tersebut meliputi nama, nomor paspor, embarkasi, kloter, dan nomor rombongan. Selain itu, koper juga diberi warna berbeda sesuai rombongan.
“Memang tingkat tertukarnya koper jemaah itu kecil kalau dari sini (Gorontalo),” ujar Mansur.
Pantauan TribunGorontalo.com, sejumlah jemaah mulai berdatangan ke Asrama Haji sejak pagi.
Mereka datang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil pribadi hingga bentor (becak motor), membawa koper besar berisi perlengkapan ibadah dan keperluan pribadi selama di Arab Saudi.
Setibanya di lokasi, para jemaah diarahkan masuk ke aula asrama untuk melakukan registrasi.
Selanjutnya, koper mereka disortir dan dikelompokkan berdasarkan kloter dan rombongan oleh petugas panitia.
Salah satu jemaah, Alwiyah Busana, mengaku bersyukur karena semua proses persiapan haji sudah dijalani dengan baik.