Selasa, 3 Maret 2026

Berita Nasional

Komplotan Karyawan Gudang Gelapkan Indomie Rp 1 Miliar, Hasilnya Buat Judi Online

Ulah sekelompok karyawan PT Indomarco Adi Prima di Nunukan, Kalimantan Utara, membuat perusahaan merugi hingga Rp 1 miliar.

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Komplotan Karyawan Gudang Gelapkan Indomie Rp 1 Miliar, Hasilnya Buat Judi Online
Ilustrasi
PENIPUAN -- Komplotan karyawan skongkol gelapkan stok Indomie. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ulah sekelompok karyawan PT Indomarco Adi Prima di Nunukan, Kalimantan Utara, membuat perusahaan merugi hingga Rp 1 miliar.

Ironisnya, kerugian besar ini berasal dari penggelapan produk andalan perusahaan, Indomie.

Terungkap bahwa selama tiga tahun terakhir, keuntungan perusahaan cabang Nunukan stagnan.

Ternyata, biang keladinya adalah aksi penggelapan terorganisir yang dilakukan oleh karyawan gudang sendiri. 

Lebih memprihatinkan, hasil kejahatan mereka digunakan untuk bermain judi online.

Aksi penggelapan Indomie ini telah berlangsung sejak tahun 2022.

Para pekerja gudang, yang terdiri dari kepala gudang berinisial AH, sales JM, sopir AT, hingga petugas penyusun barang AG, menjalankan rencana mereka dengan rapi. 

Mereka menyembunyikan kardus-kardus kosong Indomie di antara stok yang utuh, lalu menjual barang curian secara diam-diam.

Bahkan, karyawan yang sudah resign pun turut memesan barang dari gudang tersebut.

"Aksi penggelapan Indomie ini dilakukan para karyawan gudang sejak 2022, ungkap Kasat Reskrim Polres Nunukan, Iptu Agustian Sura Pratama, Rabu (14/5/2025).

Semua bermain di sana, mulai kepala gudangnya, supir, sales, helper, bahkan yang sudah resign memesan barang di gudang itu," 

Kekompakan para karyawan dalam melancarkan aksi penggelapan ini awalnya berjalan mulus.

Kecurigaan baru muncul ketika perusahaan PT Indomarco Adi Prima di Kota Samarinda menyadari bahwa keuntungan perusahaan cabang Nunukan selalu sama setiap tahun, padahal permintaan pasar terus meningkat.

"Perusahaan cabang di Samarinda melakukan audit, dan mengecek stok barang. Awalnya mereka tidak menemukan kejanggalan, saking licinnya para pelaku," lanjut Iptu Agustian.

Saat audit stok dilakukan, para pelaku dengan cerdik mengumpulkan kardus-kardus kosong Indomie di bagian tengah tumpukan, lalu menutupinya dengan lapisan kardus Indomie yang berisi penuh di bagian pinggir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved