Berita Nasional
Komplotan Karyawan Gudang Gelapkan Indomie Rp 1 Miliar, Hasilnya Buat Judi Online
Ulah sekelompok karyawan PT Indomarco Adi Prima di Nunukan, Kalimantan Utara, membuat perusahaan merugi hingga Rp 1 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENIPUAN-Komplotan-karyawan-skongkol-gelapkan-stok-Indomie.jpg)
Namun, setelah auditor menemukan kelemahan dalam sistem administrasi keuangan, para pekerja gudang akhirnya mengakui perbuatan mereka.
"Jadi mereka akhirnya mengaku. Mereka capek juga menutupi aksi mereka terus, mau sampai kapan. Dan saat kita interogasi juga mereka kooperatif," kata Iptu Agustian.
Dari pengakuan para pelaku, setiap kali ada pengiriman barang, mereka akan menjual sebagian Indomie dengan harga yang jauh lebih murah dari pasaran.
Mereka bahkan melayani pembelian Indomie secara eceran.
"Karena dijual murah, barang laku keras. Kalau misal harga normalnya satu kardus Rp 170.000, mereka jual Rp 120.000. Itu mereka jual 10 kardus sampai 20 kardus tapi sering," jelasnya.
Mirisnya, hasil penjualan Indomie curian tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk bermain judi online.
"Jadi sudah tiga tahun aksi mereka tidak terbongkar. Asumsi kerugian yang ditimbulkan oleh mereka sekitar Rp 1.098.241.721," ungkap Iptu Agustian.
Pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan akan memanggil para mantan karyawan yang sudah resign dan menjadi pelanggan tetap para pelaku.
"Para pelaku sudah kita tahan, kita sangkakan Pasal 372 KUH Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUH Pidana Jo Pasal 64 KUH Pidana," tegas Iptu Agustian.