Human Interest Story
Firasat Andri saat Ayahnya Lukman Latili Nelayan Gorontalo Hilang di Laut Selama 8 Bulan
Lukman Latili, nelayan asal Kabupaten Bone Bolango berhasil kembali ke rumah setelah terombang-ambingi di lautan selama delapan bulan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Andri-Latili-anak-Lukman-Latili.jpg)
Awalnya mereka memanjatkan doa keselamatan. Namun setelah 40 hari, doa berubah menjadi Yasinan dan doa arwah.
Meski demikian, Andri mengaku memiliki firasat bahwa sang ayah masih hidup.
“Di pikiran saya ayah lagi melaut,” tukasnya.
Bahkan setelah berbulan-bulan berlalu, ia masih terus mengirimkan doa, sembari tetap percaya ayahnya belum meninggal.
Keyakinan itu akhirnya berbuah manis. Beberapa hari menjelang Idulfitri, Andri menerima pesan WhatsApp yang mengabarkan bahwa ayahnya telah ditemukan selamat dan berada di Bitung.
Lukman akhirnya tiba kembali di rumah dalam kondisi fisik yang memprihatinkan.
Ia disambut penuh haru oleh istri Andri, Nilmawati Husain bersama para tetangga dan kerabat.
Saat itu, Andri tengah bekerja, dan kabar bahagia tersebut ia terima dari sang istri.
Baca juga: 26 Mahasiswa IAIN Gorontalo Kuliah di Kantor TribunGorontalo.com, Belajar dari Praktisi
“Saya sangat bersyukur, ini seperti mimpi. Ternyata perasaan saya selama ini benar, ayah masih hidup,” ungkapnya haru.
Kini, proses pemulihan Lukman masih terus berjalan.
Sayangnya, keterbatasan ekonomi menjadi tantangan tersendiri.
Andri yang bekerja di salah satu instansi pemerintahan, harus mencari tambahan penghasilan sebagai pengemudi ojek online di malam hari.
“Gaji kecil, jadi harus kerja malam juga untuk kebutuhan harian dan pemulihan ayah,” tuturnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo akhirnya turun tangan dan membantu proses pemulihan.
Namun Andri mengaku kecewa dengan sikap aparat desa yang terkesan tidak peduli saat ayahnya ditemukan.
“Seolah-olah beliau hanya hilang satu atau dua hari, padahal ini delapan bulan,” katanya.
Andri masih berharap adanya uluran bantuan dari pemerintah agar ayahnya kembali pulih.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)