Sabtu, 7 Maret 2026

Human Interest Story

Firasat Andri saat Ayahnya Lukman Latili Nelayan Gorontalo Hilang di Laut Selama 8 Bulan

Lukman Latili, nelayan asal Kabupaten Bone Bolango berhasil kembali ke rumah setelah terombang-ambingi di lautan selama delapan bulan.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Firasat Andri saat Ayahnya Lukman Latili Nelayan Gorontalo Hilang di Laut Selama 8 Bulan
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
FIRASAT ANAK: Andri Latili, anak Lukman Latili saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Kamis (15/5/2025). Andri memiliki firasat sang ayah masih hidup meski keluarga sudah gelar doa arwah. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Lukman Latili, nelayan asal Kabupaten Bone Bolango berhasil kembali ke rumah setelah terombang-ambingi di lautan selama delapan bulan.

Lukman ditemukan di perairan Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. 

Kepulangan Lukman menjawab penantian panjang sang anak, Andri Latili.

Awalnya, Andri tidak terlalu khawatir saat mendengar kabar ayahnya hilang di lautan lepas Bolaang Mongondow Selatan. 

Ini bukan kali pertama ayahnya menghilang. Sebelumnya Lukman juga sempat hilang selama delapan hari namun berhasil ditemukan. 

Namun setelah empat hari pencarian oleh Tim SAR tanpa hasil, Andri memutuskan untuk turun langsung ke lokasi pencarian di Pinolosian.

Setelah beberapa hari di lokasi, Andri kembali ke Gorontalo. 

Tak ingin menyerah, ia mencari informasi melalui bantuan 'orang pintar' atau dukun di sejumlah tempat. Keluarga berharap bisa mendapatkan petunjuk tentang keberadaan sang ayah. 

Namun usaha itu tak membuahkan hasil.

Andri terus berjuang. Ia mengirim surat kepada Gubernur Gorontalo, BPBD Provinsi Gorontalo, BPBD Bone Bolango, hingga Pemkab Bone Bolango, memohon pencarian dilanjutkan dengan bantuan helikopter. 

Sayangnya, tak ada satu pun suratnya mendapat balasan.

Meskipun sudah sebulan ayahnya hilang, Andri tetap yakin Lukman masih hidup. 

“Tim SAR memang sudah berhenti mencari, tapi saya percaya karena di rakit itu masih ada stok makanan untuk sebulan,” kata Andri, Kamis (15/5/2025).

Keyakinannya juga diperkuat oleh mimpinya yang seolah nyata, mempertemukannya dengan sang ayah.

Waktu terus berjalan, setelah dua bulan tanpa kabar, keluarga memutuskan menggelar doa bersama di berbagai tempat, seperti Desa Timbuwolo, Gorontalo Utara, Boalemo, hingga Bolaang Mongondow Selatan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved