Berita Nasional

Wanita Operasi Hidung Malah Mimisan 7 Hari, Kini Lapor Poisi

Seorang wanita asal Samarinda, Kalimantan Timur, berinisial NH (31), harus menanggung pengalaman pahit dan trauma.

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wanita Operasi Hidung Malah Mimisan 7 Hari, Kini Lapor Poisi
Kompas.com
KORBAN MALPRAKTIK - Seorang wanita jadi korban malpraktik. Mengaku operasi hidung tapi malah mimisan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang wanita asal Samarinda, Kalimantan Timur, berinisial NH (31), harus menanggung pengalaman pahit dan trauma.

Hal itu ia alami setelah menjalani operasi hidung di sebuah klinik kecantikan di Jakarta.

Alih-alih mendapatkan penampilan impian, NH justru mengalami serangkaian masalah kesehatan serius yang diduga kuat akibat malapraktik.

Kasus ini kini telah bergulir ke ranah hukum dengan laporan resmi ke Polda Metro Jaya.

NH mengaku tergiur dengan promosi operasi hidung yang gencar dipublikasikan melalui unggahan Instagram seorang selebritas.

Terkesan dengan testimoni yang ditampilkan, ia memutuskan untuk terbang dari Samarinda ke Jakarta pada Senin, 9 Mei 2025, demi mewujudkan perubahan pada penampilannya.

Namun, sebelum menjalani tindakan medis tersebut, NH mengungkapkan adanya kejanggalan.

Pihak klinik memberikan perjanjian yang mencantumkan klaim garansi selama tiga bulan, namun di sisi lain, ia dipaksa menandatangani klausul yang menyatakan bahwa dirinya tidak dapat menuntut pengembalian uang.

"Karena ada catatan bakal ada kayak pemerasan begitu, jadi saya harus menandatangani perjanjian tersebut,” ungkap NH saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Rabu, 14 Mei 2025.

Pendarahan Tujuh Hari dan Jawaban Meragukan dari Klinik:

Setelah operasi, NH mengalami pendarahan hebat pada hidungnya yang berlangsung tanpa henti selama tujuh hari berturut-turut.

Kekhawatiran tentu saja menghantuinya. Namun, ketika ia mencoba mencari penjelasan dari perawat di klinik, jawaban yang diterimanya justru meremehkan kondisinya.

Perawat tersebut menyatakan bahwa proses pemulihan pasca operasi sangat bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing pasien.

“Katanya ada yang cepat, ada yang lambat. Ketika dijawab seperti itu, saya pikir, ‘oh mungkin daya tahan tubuh saya tidak seperti orang-orang pada umumnya’,” tutur NH, mengenang kebingungannya saat itu.

Kondisi NH yang tak kunjung membaik membuat orang tuanya di Samarinda semakin khawatir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved