Berita Nasional
Total 17 Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis, BPOM Sebut Terjadi di 10 Provinsi
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan adanya 17 kejadian luar biasa (KLB) terkait dengan kasus keracunan akibat program Makan Bergizi G
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MBG-Gorontalo-Potret-makan-bergizi-gratis-di-SDN-74-Kota-Tengah.jpg)
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, telah dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto menyusul serangkaian kasus keracunan makanan akibat program MBG di berbagai daerah.
Pertemuan yang berlangsung di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu, 3 Mei 2025, tersebut bertujuan untuk menyusun dan memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pemilihan serta pengawasan mitra pelaksana program.
“Oleh sebab itu, kami berkumpul sekarang ini untuk mempertajam SOP-SOP terkait dengan penyeleksian-penyeleksian mitra. Dan juga supervisi-supervisi infrastruktur yang harus ada dan akan disiapkan oleh para mitra,” kata Dadan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 3 Mei 2025, seperti dikutip dari keterangan Sekretariat Presiden.
BGN Stop Sementara Layanan MBG di Bosowa Bina Insani
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengumumkan penghentian sementara layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa Bina Insani.
Keputusan ini diambil menyusul kasus keracunan massal yang dialami ratusan siswa di Bogor setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden tersebut.
"Sementara ini untuk di Bosowa Bina Insani kita stop dulu, kita akan lakukan evaluasi mendasar," kata Dadan dalam konferensi pers pada Rabu (14/5/2025).
Dadan menjelaskan bahwa inspeksi telah dilakukan terhadap SPPG Bosowa Bina Insani.
Ia menyebut bahwa awalnya SPPG tersebut merupakan proyek percontohan karena dinilai memiliki fasilitas kantin yang besar, bersih, serta sistem pengiriman yang efisien kepada siswa.
SPPG Bosowa Bina Insani telah beroperasi sejak Januari 2025 dan sebelumnya tidak pernah mengalami masalah.
Namun, sebagai langkah antisipasi, BGN akan meminta pihak SPPG untuk meningkatkan standar kebersihannya.
"Inspeksi sudah dilakukan misalnya ada keinginan meningkatkan aspek higienis di satuan pelayanannya meskipun kita sudah lihat bahwa itu salah satu kantin yang paling baguslah di Bogor ya yang dimiliki oleh sekolah, tetap harus dinaikkan kelasnya dengan mengikuti standar Badan Gizi," katanya.
Penghentian layanan SPPG Bosowa Bina Insani akan berlangsung hingga pihak SPPG memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BGN.
"Kita akan lihat seberapa lama itu akan bisa dipenuhi, dan selama itu masih belum terpenuhi mungkin kita akan hentikan sementara sampai akhirnya bisa yakin bahwa nanti kalau jalan lagi itu bisa berjalan lebih baik," ujar Dadan.