Berita Nasional
Dokter Umum Boleh Operasi Caesar Darurat di Daerah Terpencil, Regulasi Disiapkan
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berencana menyusun regulasi yang memperbolehkan dokter umum melakukan operasi caesar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Dokter.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berencana menyusun regulasi yang memperbolehkan dokter umum melakukan operasi caesar.
Regulasi ini terutama dalam kondisi darurat di daerah terpencil yang tidak memiliki dokter spesialis kandungan.
Langkah ini diambil untuk menyelamatkan nyawa masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan memadai.
"Akan kita buat regulasinya. Supaya mereka itu bisa diberikan secara resmi. Bukannya kemudian orang bodoh, seperti orang bodoh langsung disuruh, dibolehin. Enggak. Mereka akan dilatih secara formal. Dan apakah latihnya semuanya? Enggak. Yang menyelamatkan nyawa aja, yang emergency itu harus diberikan," kata Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Menkes menyoroti kondisi keterbatasan dokter spesialis di daerah-daerah.
Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, ratusan di antaranya tidak memiliki dokter spesialis sama sekali.
Hal ini menyebabkan banyak kasus gawat darurat tidak tertangani dengan baik.
"Yang ada spesialis itu kan mungkin berapa? Dari 514, 200 total, 300 total mungkin enggak ada. Ini untuk saving life," ucapnya.
Budi mencontohkan kondisi sulit di daerah terpencil yang pernah ia kunjungi, seperti Nias, Taliabu, Anambas, Konawe Utara, hingga pedalaman Sumba.
Di wilayah tersebut, masyarakat harus menempuh perjalanan jauh bahkan menyeberang laut untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.
"Saya ke Taliabu, sudah pernah ke Pulau Taliabu? Belum. Sudah pernah ke Anambas? Itu pulau-pulau seperti itu ke Kolaka, Konawe Utara, ke pedalaman Sumba. Itu banyak sekali. Saya mengerti kenapa ibu-ibu meninggal, nggak bisa terlayani," ujarnya.
Ia menceritakan pengalaman terbarunya saat mengunjungi Lampung, di mana ia ditunjukkan video oleh kepala daerah setempat mengenai warga yang harus menggotong ibu hamil menggunakan perahu karena tidak tersedia dokter.
Banyak di antaranya yang meninggal dalam proses tersebut.
"Dan see, some of them die dalam proses. Jadi apa yang teman-teman lihat di kota itu jauh sekali realitasnya berbeda dengan yang ada di pedalaman. Nanti saya akan ajak teman-teman untuk ikut saya," ujarnya.
Budi menjelaskan bahwa praktik task-shifting ini telah diakui secara internasional oleh WHO dan sebelumnya pernah diterapkan di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaannya akan dilakukan secara terstruktur dan terbatas hanya untuk tindakan medis darurat dan menyelamatkan nyawa.
"Yang saya minta adalah, untuk daerah-daerah yang memang tidak ada spesialisnya, ratusan yang enggak ada spesialisnya, tolong dokter umumnya dilengkapi dengan kompetensi-kompetensi yang sifatnya emergency, yang sifatnya menyelamatkan nyawa, agar kita tidak
perlu lagi melihat masyarakat-masyarakat kita meninggal," ucap Budi.
Ia menambahkan, banyak dokter umum saat ini merasa terbatasi secara hukum dan enggan mengambil tindakan karena khawatir melanggar kompetensi.
"Sekarang dokter-dokter umum itu bilang ke saya, ‘Pak, sekarang kita tuh enggak boleh secara hukum melakukan itu. Karena kita dibilang bahwa kita tidak kompeten melakukan itu karena tidak pernah dilatih.’ Sehingga kita menonton ibu-ibu yang hamil itu wafat di daerah-daerah," ungkapnya.
Menkes menegaskan bahwa regulasi ini tidak bertujuan mengesampingkan peran dokter spesialis, melainkan sebagai solusi praktis di daerah yang kekurangan tenaga medis.
"Karena urusannya dengan nyawa masyarakat. Itu yang saya minta dalam konteks itu saja. Bahwa dokter-dokter ini umumnya harus diberikan task-shifting. Ini sudah ada aturannya di dunia. Sudah pernah juga dilakukan di Indonesia dulu," pungkasnya.(*)
| Aturan Baru THR dan Gaji ke-13 ASN 2026 Resmi Berlaku, Ini Mekanisme |
|
|---|
| Lengkap! Ketentuan THR Karyawan Swasta 2026 dan Sanksi Jika Terlambat |
|
|---|
| Delapan Mobil Disegel Usai OTT Korupsi, KPK Sita Kendaraan Bupati Pekalongan |
|
|---|
| 75 Ribu Pelajar di Bandung Alami Stres hingga Depresi, Sekolah Siap Lakukan Asesmen |
|
|---|
| Jenazah Wanita Dihadang Warga saat Diantar ke Pemakaman, Terungkap Rupanya Punya Hutang Belum Lunas |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.