Profil Tokoh
Sosok Emmanuel cMacron, dari Bankir Muda Hingga Sukses jadi Presiden Termuda Prancis
Emmanuel Macron, lahir pada 21 Desember 1977 di Amiens, Prancis, mencatat sejarah sebagai presiden termuda Prancis sejak Napoleon I.
Kabarnya, Macron mendapatkan €2,9 juta dari kesepakatan tersebut. Sambil masih bekerja di Rothschild, Macron mulai bekerja sama dengan Hollande dalam kampanye pencalonan presiden dari Partai Sosialis menjelang pemilu 2012.
Setelah Hollande memenangkan kursi kepresidenan, Macron bergabung dengan pemerintahannya sebagai wakil kepala staf dan penasihat ekonomi.
Macron kemudian menjadi wajah Prancis di berbagai pertemuan internasional, dan pada tahun 2014 ia diangkat menjadi Menteri Keuangan.
Ia mengusulkan paket reformasi yang dikenal sebagai loi Macron ("hukum Macron") dengan tujuan untuk memicu pertumbuhan ekonomi Prancis yang lesu.
Namun, undang-undang ini memicu pemberontakan dari sayap kiri Partai Sosialis.
Pada Februari 2015, Perdana Menteri Manuel Valls terpaksa menggunakan Pasal 49 Konstitusi Prancis, sebuah langkah yang jarang digunakan yang memungkinkan sebuah RUU disahkan tanpa persetujuan parlemen dengan syarat pemerintah kemudian menghadapi mosi tidak percaya.
Valls berhasil melewati mosi tersebut, dan loi Macron pun diberlakukan.
Undang-undang ini melonggarkan pembatasan kegiatan bisnis pada hari Minggu dan melakukan deregulasi beberapa profesi, tetapi pasar tenaga kerja sebagian besar tidak tersentuh, dan jam kerja 35 jam per minggu di Prancis tetap dipertahankan.
Loi Macron dianggap sebagai paket reformasi yang relatif sederhana untuk negara yang bergulat dengan tingkat pengangguran yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lambat, namun tetap memicu reaksi keras dari kubu kiri dan kanan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Emmanuel-Macron-lahir-pada-21-Desember-1977-di-Amiens-Prancis.jpg)