Pemusnahan Amunisi di Garut
Sosok 4 Anggota TNI yang Gugur Dalam Insiden Ledakan Pemusnahan Amunisi di Pantai Cibalong Garut
Dalam kejadian empat anggota TNI gugur dalam insiden ini. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa jenazah para korban telah dievakuasi.
Penulis: Redaksi | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/4-TNI-Gugur-dalam-Ledakan-Amunisi.jpg)
Kolonel Antonius bersama tiga personel TNI AD lainnya meninggal ketika ingin meledakan detonator milik TNI AD.
Kolonel Antonius merupakan Kepala Cabang Puspalad, dia juga merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 1997.
Sebelum menjabat sebagai kepala gudang, Antonius sempat menempati beberapa jabatan seperti Kapaldam XVI/Pattimura saat bertugas di Maluku pada 2022.
Antonius Herman juga sempat menjabat sebagai Kasubbag Pampersmat Bagpam Roum Setjen.
Sosok Pratu Afrio Setiawan
Pratu Afrio Setiawan, menjadi korban dalam tewasnya dalam insiden pemusnahan.
Sosok Pratu Afrio Setiawan merupakan prajurit TNI asal Sulawesi Utara yang turut bertugas dalam kegiatan pemusnahan amunisi tersebut.
Ia tercatat sebagai salah satu dari empat anggota TNI yang meninggal dunia dalam tragedi itu, bersama sembilan korban sipil lainnya.
Total korban jiwa dalam peristiwa ini 13 orang.
Kepala Desa Mopuya Satu, Susanto, membenarkan kabar duka tersebut ketika dihubungi oleh Tribun Manado.
"Iya anggota TNI tersebut bernama Pratu Afrio Setiawan beliau memang warga saya," ucapnya.
Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Mongkonai, Kota Kotamobagu.
"Dari informasi akan dikebumikan di TMP Mongkonai di Kotamobagu," ucap Susanto.
Kepala desa juga menyampaikan bahwa jenazah Pratu Afrio Setiawan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada pagi hari, Selasa (13/5/2025).
"Infonya besok pagi jenazahnya tiba di bandara Manado," tambahnya.
Suasana duka sudah mulai terasa di rumah almarhum di Desa Mopuya Satu.