Pemusnahan Amunisi di Garut
Sosok 4 Anggota TNI yang Gugur Dalam Insiden Ledakan Pemusnahan Amunisi di Pantai Cibalong Garut
Dalam kejadian empat anggota TNI gugur dalam insiden ini. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa jenazah para korban telah dievakuasi.
Penulis: Redaksi | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/4-TNI-Gugur-dalam-Ledakan-Amunisi.jpg)
Sebagai prajurit yang berasal dari Korps Peralatan (CPL), Mayor Anda Rohanda memiliki tugas untuk memelihara dan menguji coba alat-alat tempur TNI Angkatan Darat.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Bitung - Ambon Mei 2025: Cek Tiket KM Tatamailau dan KM Nggapulu
Selain itu, Mayor Cpl Anda Rohanda juga bertanggung jawab untuk memastikan material dan peralatan militer tetap siap pakai.
Sementara itu, tiga anggota TNI lain yang tewas juga bertuga di Gupusmu III Puspalad.
Mereka adalah Kepala Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI AD Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Kopda Eri Priambodo, dan Pratu Aprio Setiawan.
Sementara itu sembilan warga sipil yang tewas yakni Agus, Ipan, Anwar, Iyus, Iyusrizal, Toto, Rusdiawan, Dadang, dan Endang.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan bahwa ledakan amunisi Garut ini terjadi di salah satu lubang amunisi afkir atau tidak layak pakai.
Wahyu berujar jajaran Gudang Pusat Amunisi dan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat awalnya telah melakukan pengecekan prosedur dan lokasi.
"Pada awal kegiatan secara prosedur telah dilaksanakan pengecekan terhadap personel maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman," kata Wahyu, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Senin.
Tim penyusun amunisi dari TNI AD lalu melakukan persiapan pemusnahan di dalam dua lubang sumur yang disiapkan sebelumnya.
Kemudian, tim penyusun amunisi ke pos masing-masing untuk melaksanakan pengamanan.
Wahyu mengatakan peledakan amunisi afkir di dua lubang sumur tersebut berhasil dilakukan.
Lalu, terdapat satu lubang sumur lain yang peruntukannya untuk menghancurkan detonator.
Termasuk sisa detonator yang ada berkaitan dengan amunisi tidak layak pakai tersebut.
"Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia," kata dia.
Sosok Kolonel Antonius Hermawan
Kolonel Cpl Antonius Hermawan menjadi salah satu personel TNI AD yang meninggal dalam peristiwa meledaknya amunisi milik TNI AD di Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat pukul 09.30 WIB.
Baca juga: 10.000 Karyawan Panasonic di PHK Karena Penjualan Turun Drastis, Bagaimana Nasib Pekerja?